Masyarakat Banjarnegara Diminta Waspadai Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Porvinsi Jawa Tengah. Masyarakat di wilayah Kabapaten Banjaregara pun diminta waspadai bencana alam akibat kondisi cuaca tersebut

Budi Arista Romadhoni
Senin, 26 Februari 2024 | 08:33 WIB
Masyarakat Banjarnegara Diminta Waspadai Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrem
Ilustrasi longsor [Shutterstock]

SuaraJawaTengah.id - Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Porvinsi Jawa Tengah. Masyarakat di wilayah Kabapaten Banjaregara pun diminta waspadai bencana alam akibat kondisi cuaca tersebut. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara Aris Sudaryanto meminta warga yang bermukim di wilayah rawan bencana tanah bergerak maupun longsor agar mewaspadai cuaca ekstrem. 

"Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang kadang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi hingga Selasa," kata dia dikutip dari ANTARA, Senin (26/2/2024).

Bahkan, kata dia, cuaca ekstrem masih berpotensi hingga bulan Maret karena BMKG memprakirakan puncak musim hujan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2024.

Baca Juga:Menunggu Banjir Surut, Pemilu Susulan di Kabupaten Demak Bakal Digelar 24 Februari

Menurut dia, intensitas hujan di Kabupaten Banjarnegara khususnya wilayah utara sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Kalaupun terjadi hujan, lanjut dia, hanya berlangsung sebentar dengan intensitas sedang.

"Akan tetapi pada Minggu (25/2) sore kembali terjadi hujan lebat disertai petir, menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia meminta masyarakat yang bermukim di wilayah pegunungan utara Banjarnegara khususnya yang berada di daerah rawan bencana tanah bergerak maupun longsor agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Banjarnegara masih memberlakukan status tanggap darurat bencana tanah bergerak dan longsor.

Baca Juga:Operasikan 27 Pompa Air, Banjir di Kabupaten Demak Sudah Mulai Surut

"Jadi, semua lini kita siagakan terutama di daerah-daerah yang berpotensi rawan bencana longsor tinggi seperti Kecamatan Pagentan, Wanayasa, Banjarmangu, dan Punggelan itu selalu kita pantau selama kondisi cuaca ekstrem," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini