Kacamata yang terbuat dari kayu itu hanya dijual Rp250 ribu. Setiap pembelia sudah mendapatkan Frame dan lensa.
"Kalau reseler pasti beda. 1 box kayu isinya ada kacamata dan bungkus kain yang dibuat dari difabel. Kita saling koneksi ya, tidak memikirkan perut sendiri tapi juga komunitas," ujarnya.
Ia mengaku saat ini masih mengalami kesusahan dalam hal pemasaran. Azis pun hanya bisa mengandalkan penjualan dari para reseler.
"Pemasaran marketplace ada reseler, ada dari luar negeri juga yaitu dari korea. Dia jualan di sana ambil dari kita," ujarnya.
Namun demikan, tokoh besar di Indonesia sudah membeli produk UMKM tersebut. Bahkan Presiden Jokowi sempat memborong kacamata khusus untuk bersepeda.
"Pembeli pak Jokowi, Teten Masduki, Direktur BRI, Giring sampai main ke sini," ujarnya.
Berjuang Bersama Komunitas Difabel
![Pemilik UMKM BJHOMED, Azis Abdullah Bajasud yang merupakan binaan BRI. [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/03/16/72643-umkm-kacamata-kayu-semarang.jpg)
Meski sudah menjadi UMKM yang sukses, Azis pun tak mau berpuas diri. Ia kini membentuk Komunitas Difabel Mandiri.
Komunitasnya itu dibuat untuk menjadi wadah para penyandang disabilitas di Kota Semarang. Ia pun berharap bisa berkembang menjadi yayasan.
Baca Juga:UMKM Binaan BRI Diajak Melek Digital, Tak Malu Live TikTok Demi Cuan
"Saat usaha saya mulai maju, kemudian saya mulai mengumpulkan temen UMKM difabel. Komunitas sudah pelatihan juga disini," ujarnya.