Perang Tomat Hingga Pawai Budaya, Serunya Festival Gunung Slamet 2024

Festival budaya di Gunung Slamet bakal digelar pada Juli 2024 mendatang. Tentu saja, momen tersebut diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan yang datang

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 26 Juni 2024 | 14:55 WIB
Perang Tomat Hingga Pawai Budaya, Serunya Festival Gunung Slamet 2024
Foto Arsip - Kirab tradisi pengambilan air dari mata air Tuk Sikopyah menjadi acara andalan dalam Festival Gunung Slamet yang digelar setiap tahun di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jateng. [ANTARA/HO-Dinkominfo Purbalingga]

Menurut dia, hal itu terlihat dari pemesanan tempat untuk menginap, baik berupa homestay maupun penginapan lainnya yang menunjukkan adanya peningkatan.

"Saat ini ada 60 rumah warga yang sudah kami siapkan untuk homestay selain penginapan-penginapan milik investor dari luar daerah. Alhamdulillah sudah mulai ada yang memesan homestay untuk kegiatan FGS," kata Sugito.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga R Budi Setiawan mengatakan persiapan penyelenggaraan FGS VII Tahun 2024 hingga saat ini terus berjalan sesuai rencana, karena kegiatan wisata tahunan yang akan digelar di Desa Serang pada 12-14 Juli itu telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2024.

"Kami juga mengundang kabupaten-kabupaten sekitar untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut," katanya.

Baca Juga:Sejarah Tradisi Dugderan Semarang Tempo Dulu, Pernah Pakai Bom Udara

Ia memastikan Desa Wisata Lembah Asri Serang (D'LAS) tetap aman dikunjungi wisatawan, karena berada jauh di luar radius bahaya erupsi Gunung Slamet yang saat ini masih berstatus Waspada.

Menurut dia, D'LAS berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak Gunung Slamet, sedangkan radius bahaya erupsi Gunung Slamet berjarak 3 kilometer dari kawah puncak gunung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini