Membuat gua Natal berbahan botol bekas sesuai tujuan gereja menggerakan cara hidup ramah lingkungan. Botol plastik yang semula hanya menjadi sampah dimanfaatkan menjadi objek seni.
“Salah satu motivasinya bagaimana keinginan dan semangat Romo itu bisa kami aplikasikan secara nyata dan terlihat. Bahwa barang bekas tidak melulu menjadi sampah, tapi bisa kita olah.”
Umat Kristen meyakini Yesus Kristus lahir pada abad ke-2 di salah satu gua atau kandang gembala perbukitan Yudea, sekitar 8 kilometer sebelah selatan Yerusalem.
Pada tahun 327 masehi, Konstantinus Agung dan ibunya St Helena membangun Church of the Nativity atau Gereja Kelahiran Yesus di lokasi tersebut.
Baca Juga:Magis Natal di Semarang: 4 Gereja Bersejarah yang Wajib Dikunjungi
Kelahiran Sang Juru Selamat
Dekorasi gua Natal hingga kini menjadi tradisi gereja yang mengekspresikan kegembiraan umat Kristen menyambut kelahiran Kristus.
Ornamen gua Natal biasanya terdiri dari patung bayi lak-laki yang mewakili sosok bayi Yesus, Bunda Maria, Yusuf, para malaikat, 3 orang penggembala Majusi, serta beberapa hewan ternak.
Dikutip dari Smithsonian Magazine, penggambaran gua Natal saat ini dipengaruhi oleh lukisan suasana kelahiran Yesus yang ditemukan pada beberapa artefak kuno.
Sarkofagus marmer abad ke-4 yang ditemukan pada makam Saint Agnes di Roma, menjelaskan bahwa 3 orang Majusi datang menyambut kelahiran Yesus sambil menuntun 3 ekor unta.
Baca Juga:Liburan Nataru 2024: Waspada Tarif Bus Murah, Utamakan Keselamatan!
Sesuai petunjuk malaikat, orang-orang Majusi ini datang mengikuti petunjuk cahaya bintang yang bersinar terang di atas Maria dan Yusuf.