SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah memiliki sejumlah pesantren bersejarah yang bukan hanya pusat pendidikan Islam, tetapi juga penjaga tradisi Aswaja dan budaya Jawa. Salah satu pesantren yang terkenal adalah Tegalrejo, tempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menimba ilmu.
Menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, pesantren-pesantren ini semakin aktif dalam mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, tadarus Al-Qur'an, dan program berbagi kepada masyarakat.
Berikut tujuh pesantren bersejarah di Jawa Tengah yang memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan Islam dan kebudayaan Jawa.
![Ilustrasi santri perempuan. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/30/54789-ilustrasi-santri-perempuan-ist.jpg)
1. Pesantren Tegalrejo, Magelang
Baca Juga:Hari Kelima Ikuti Retret, Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Kebersamaan dalam Membangun Daerah
Didirikan oleh Kiai Chudori pada September 1944 di kaki Gunung Merbabu, Tegalrejo, Magelang, pesantren ini kini memiliki lebih dari 2000 santri. Kiai Chudori, yang merupakan santri dari berbagai pesantren besar seperti Tebuireng dan Lasem, mendirikan pesantren ini setelah melalui perjalanan spiritual dan pendidikan panjang.
Saat revolusi kemerdekaan, pesantren ini menjadi benteng perjuangan gerilyawan Republik. Selain menjadi pusat pendidikan Islam, Pesantren Tegalrejo juga dikenal sebagai pelindung kesenian rakyat, sebuah tradisi yang terus diwariskan oleh para pengasuhnya. Di bulan Ramadan, pesantren ini mengadakan program pesantren kilat dan buka puasa bersama bagi masyarakat sekitar.
2. Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen
Sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia, Pesantren Al-Kahfi Somalangu didirikan pada 4 Januari 1475 oleh Sayyid Muhammad Ishom Al-Hasani. Pesantren ini telah bertahan lebih dari lima abad dan mendapat penghargaan dari PBNU atas kontribusinya dalam pendidikan Islam dan pembinaan moral generasi muda. Setiap Ramadan, pesantren ini menggelar tadarus Al-Qur'an 24 jam dan pembagian zakat fitrah kepada kaum dhuafa.
3. Pesantren Luhur Dondong, Semarang
Baca Juga:7 Bupati Terkaya di Jawa Tengah yang Resmi Dilantik, Siapa Paling Tajir?
Didirikan oleh Kyai Syafi'i Pijoro Negoro pada tahun 1609, pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam perjuangan Islam dan kemerdekaan. Kyai Syafi’i turut serta dalam pasukan Sultan Agung yang menyerang Batavia. Pesantren ini juga dikenal sebagai pusat kajian Islam di daerah Ngaliyan, Semarang Barat. Pada Ramadan, santri-santri di pesantren ini aktif berdakwah ke berbagai pelosok daerah, menyebarkan ilmu Islam kepada masyarakat.
4. Pesantren Jamsaren, Solo
Berdiri sejak 1750, Pesantren Jamsaren adalah pesantren tertua di Solo. Didirikan pada masa Pakubuwono IV, pesantren ini menjadi tempat pendidikan bagi ulama besar seperti Kiai Jamsari. Hingga kini, Jamsaren tetap menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang penting di Solo. Kegiatan Ramadan di pesantren ini mencakup kajian kitab kuning dan buka puasa bersama dengan warga sekitar.
5. Pesantren Darussalam Watucongol, Magelang
Berdiri sekitar tahun 1820-1830 oleh KH Abdurrauf, pesantren ini memiliki keunikan jumlah santrinya yang selalu kurang dari 1000 orang. Berlokasi di Gunung Pring, Muntilan, pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan pendidikan Islam di daerah Magelang. Selama Ramadan, pesantren ini menyelenggarakan i'tikaf dan kajian keislaman untuk meningkatkan pemahaman agama santri dan masyarakat.
6. Pesantren Girikusumo, Demak