Kisah Perang Diponegoro yang "Berhenti" Selama Ramadan

Diponegoro hentikan perang saat Ramadan, tunjukkan penghormatan agama. Belanda manfaatkan momen ini, tangkap Diponegoro di hari kedua Idul Fitri.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 10 Maret 2025 | 09:12 WIB
Kisah Perang Diponegoro yang "Berhenti" Selama Ramadan
Sejarah Pangeran Diponegoro. (ikpni.or.id)

SuaraJawaTengah.id - Selama Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825–1830), Pangeran Diponegoro menunjukkan penghormatan mendalam terhadap bulan suci Ramadan dengan menghentikan sementara aktivitas perang.

Keputusan ini diambil untuk menjaga kesucian bulan puasa dan memungkinkan para pengikutnya menjalankan ibadah dengan khusyuk. 

Pada 21 Februari 1830, menjelang Ramadan, Diponegoro tiba di Menoreh, perbatasan Bagelen dan Kedu, bersama 700 prajuritnya. Meskipun statusnya sebagai musuh utama Belanda, masyarakat setempat tetap menyambutnya dengan antusias. Di sana, ia menetap di sebuah rumah besar berdinding bambu dan beratapkan daun kelapa, terletak di tepi Kali Progo. 

Selama bulan puasa, Diponegoro menekankan pentingnya ibadah dan latihan kanuragan bagi dirinya dan para pengikutnya. Ia memiliki sebuah batu lebar dekat Kali Progo yang digunakan khusus untuk beribadah.

Baca Juga:Deretan Nama Mahasiswa Undip Penerima Beasiswa KIPK, Ramai Diperbincangkan karena Hidup Mewah

Pada awal Maret 1830, melalui utusannya, Jan Baptist Cleerens, Diponegoro menyampaikan kepada Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock bahwa selama Ramadan, ia tidak akan membahas masalah perang.

Diponegoro 1830 (IMDb)
Diponegoro 1830 (IMDb)

Jika ada pertemuan, itu hanya bersifat ramah tamah. De Kock menerima permintaan ini dan bahkan memberikan hadiah berupa seekor kuda abu-abu dan uang sebesar f10.000 untuk kebutuhan para pengikut Diponegoro selama bulan puasa.

Selain itu, anggota keluarga Diponegoro yang ditawan di Yogyakarta dan Semarang diizinkan bergabung dengannya di Magelang. 

Namun, di balik sikap ramah tersebut, De Kock memiliki rencana tersembunyi. Ia berharap dengan pendekatan ini, Diponegoro akan menyerah tanpa syarat.

Meskipun demikian, Diponegoro tetap teguh pada pendiriannya untuk mendapatkan pengakuan sebagai sultan Jawa bagian selatan. Pada 25 Maret 1830, dua hari sebelum Ramadan berakhir, De Kock menginstruksikan dua komandannya, Louis du Perron dan A.V. Michels, untuk mempersiapkan penangkapan Diponegoro.

Baca Juga:Viral! Gaya Hidup Mewah Mahasiswa Undip Penerima KIPK, Ada yang Ketahuan Punya Uang Rp100 Juta

Akhirnya, pada hari kedua Idul Fitri, 28 Maret 1830, Diponegoro ditangkap, mengakhiri gencatan senjata yang berlangsung selama Ramadan dengan tragis. 

Keputusan Pangeran Diponegoro untuk menghentikan perang selama Ramadan mencerminkan kedalaman spiritualitasnya dan penghormatannya terhadap nilai-nilai agama, meskipun situasi perang sedang berlangsung.

Kontributor : Dinar Oktarini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak