Amalan Malam 1 Suro Menurut Gus Baha: Jangan Basuh Keris, Tapi Basuh Hati, Ini Penjelasannya

Gus Baha mengajak memaknai malam 1 Suro sebagai momentum hijrah batin. Utamakan salat, doa, muhasabah, dan jauhi syirik

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Juni 2025 | 15:48 WIB
Amalan Malam 1 Suro Menurut Gus Baha: Jangan Basuh Keris, Tapi Basuh Hati, Ini Penjelasannya
Ilustrasi berdoa saat menyambut malam 1 suro. [Freepik.com/Freepik]

SuaraJawaTengah.id - Malam 1 Suro, yang bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Hijriyah, sering kali dipenuhi dengan berbagai tradisi dan amalan di masyarakat Jawa dan Muslim Nusantara.

Namun, di tengah banyaknya ritual budaya, ulama kharismatik KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengajak umat untuk kembali kepada esensi malam tersebut: memperkuat hubungan dengan Allah dan merefleksikan diri.

Makna 1 Suro dalam Perspektif Gus Baha

Gus Baha tidak menolak tradisi selama tidak bertentangan dengan syariat. Namun, beliau lebih menekankan pada substansi malam 1 Suro sebagai momen perenungan.

Baca Juga:Gus Baha: Anak-Anak di Masjid Bukan Gangguan, Ramadan Saatnya Merangkul!

Dalam kajian beliau, Gus Baha menegaskan bahwa malam 1 Muharram adalah momentum hijrah batin. Ini bukan sekadar perpindahan waktu, tetapi kesempatan untuk memperbarui niat, memperbaiki amal, dan menyucikan hati.

Menurut Gus Baha, malam 1 Suro bukan saat untuk mengaitkan diri dengan hal-hal mistik atau ritual yang tidak berdasar syariat, melainkan waktu untuk introspeksi spiritual.

“Kita ini menyambut tahun baru Islam, bukan tahun baru dukun. Jadi yang diutamakan itu bukan membasuh keris, tapi membasuh hati,” ujar Gus Baha dikutip dari YouTube Anfa'uhum Linnas.

Amalan Utama: Salat, Doa, dan Muhasabah

Gus Baha menyampaikan bahwa amalan terbaik pada malam 1 Suro adalah salat, terutama salat maghrib dan salat sunnah, yang diniatkan sebagai bentuk syukur telah diberi umur untuk menyambut tahun baru Hijriyah.

Baca Juga:Menyambut Ramadan 1446 H ala Gus Baha: Perbanyak Mengaji!

Beliau mengisahkan tentang salat abadi (salat yang terus-menerus dilakukan dengan keikhlasan tanpa putus) yang disebutkan dalam riwayat Tahir Abdali sebagai bentuk pengabdian penuh kepada Allah.

Gus Baha juga menekankan pentingnya muhasabah (introspeksi diri) dan memperbanyak doa-doa tobat serta harapan baik di tahun mendatang. Doa akhir tahun dan awal tahun memang dikenal luas, tetapi Gus Baha lebih menggarisbawahi pentingnya ketulusan dalam setiap doa, bukan sekadar hafalan.

“Yang penting itu bukan lafadz doanya, tapi isi hati ketika berdoa. Orang Jawa itu kadang doanya panjang, tapi isinya kosong,” sambung Gus Baha.

Menghindari Syirik dan Tradisi yang Menyimpang

Gus Baha juga mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam praktik yang menyimpang dari tauhid, seperti membakar kemenyan, membuat sesajen, atau mempercayai bahwa malam 1 Suro membawa sial.

Menurut beliau, keyakinan bahwa malam 1 Suro adalah malam angker adalah bentuk warisan budaya yang tidak sejalan dengan nilai Islam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak