Pilpres 2024 Kandang Banteng Jebol, Megawati Sentil PDIP Jateng: Awas, Jangan Memalukan Saya Lagi!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri layangkan sentilan keras ke DPD PDIP Jawa Tengah buntut kekalahan di Pilpres 2024. Ia meminta kader tak mempermalukannya lagi

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 02 Agustus 2025 | 20:35 WIB
Pilpres 2024 Kandang Banteng Jebol, Megawati Sentil PDIP Jateng: Awas, Jangan Memalukan Saya Lagi!
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

SuaraJawaTengah.id - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melayangkan sentilan menohok kepada para kader dari Jawa Tengah (Jateng).

Peringatan keras ini menjadi sinyal kekecewaan mendalam setelah provinsi yang selama ini dikenal sebagai 'Kandang Banteng' itu jebol pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu.

Momen tersebut terjadi saat Megawati memberikan arahan dalam forum terhormat partai, Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, pada Sabtu (2/8/2025).

Secara khusus, ia meminta seluruh jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah untuk berdiri di hadapan ribuan kader lainnya.

Baca Juga:Tak Mau Dicurangi, DPP PDIP Bentuk 10 Ribu Posko Hukum di Jateng untuk Kawal Pilkada

Di panggung utama, dengan nada tegas, Megawati secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya dan memberikan peringatan agar kekalahan memalukan itu tidak terulang kembali.

"Awas lho, jangan memalukan saya lagi lho. Ah, nggak usah teriak-teriak. Yang penting kerjaan. Itu adalah arahan saya," kata Megawati.

Sentilan keras ini tak bisa dilepaskan dari hasil Pilpres 2024, di mana pasangan calon yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, justru kalah telak di Jawa Tengah.

Ironisnya, Ganjar merupakan mantan gubernur provinsi tersebut selama dua periode. Kemenangan di lumbung suara PDIP itu direbut oleh pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Kekalahan ini seolah menjadi tamparan keras, mengingat sejarah panjang dominasi PDIP di wilayah tersebut.

Baca Juga:Perang Panas Pilkada Jateng: Puan Maharani Serukan Netralitas, Tim Andika-Hendi Lapor Bawaslu

Megawati pun bernostalgia mengenai masa-masa kejayaan saat ia merintis karier politiknya.

Ia mengingatkan para kader bahwa Jawa Tengah adalah basis utama yang selalu menyumbang kemenangan besar bagi partai.

"Tiga kali berturut, menang terus. Jawa Tengah," ujar Megawati, mengenang kembali masa ketika ia mulai aktif di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 1986 dan lolos ke parlemen setahun kemudian.

Menurut Megawati, kekalahan di Kandang Banteng terjadi karena kader mulai jauh dari rakyat dan terlalu asyik dengan retorika politik.

Ia menekankan bahwa loyalitas dan kekuatan sejati seorang kader bukan diukur dari kemampuan berpidato, melainkan dari kerja nyata di tengah masyarakat.

“Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput,” tegas Presiden ke-5 Republik Indonesia itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak