- Pasukan Cakra Birawa awalnya dibentuk 1962 untuk melindungi Presiden Soekarno dari ancaman politik.
- Dalam peristiwa G30S PKI, pasukan ini terlibat penculikan dan pembunuhan para jenderal Angkatan Darat.
- Peran mereka menimbulkan kontroversi dan misteri, hingga akhirnya pasukan ini dibubarkan
SuaraJawaTengah.id - Pada 30 September 1965, Indonesia diguncang oleh peristiwa tragis yang mengubah arah sejarah bangsa. Salah satu pasukan yang berperan dalam tragedi tersebut adalah Pasukan Cakra Birawa.
Pasukan elit ini awalnya dibentuk dengan tujuan mulia, yaitu untuk melindungi Presiden Soekarno. Namun, di balik seragam gagah mereka, tersimpan kisah yang lebih kompleks, yang melibatkan peran penting dalam peristiwa G30S PKI.
Kisah ini tak hanya mencakup keberanian dan pengorbanan, tetapi juga konflik internal yang mempengaruhi loyalitas mereka, serta afiliasi dengan berbagai ideologi yang ada pada masa itu.
Di bawah ini, kami mengungkapkan fakta-fakta tersembunyi yang membentuk kisah pasukan elit ini. Kami akan membahas peran mereka dalam peristiwa G30S PKI, serta kontroversi yang menyelimuti tindakan mereka pada malam tragis tersebut.
Baca Juga:5 Film yang Menggugah Kesadaran tentang G30S/PKI, dari Romansa hingga Pergolakan Politik
Apa yang terjadi dengan pasukan yang seharusnya menjaga keamanan Presiden, namun malah terlibat dalam pembunuhan para perwira tinggi negara? Sebagaimana dikutip dari YouTube Ray Story, simak selengkapnya dalam artikel ini.
1. Latar Belakang Pembentukan Pasukan Cakra Birawa
Pada tahun 1962, situasi politik Indonesia semakin memanas, dan Presiden Soekarno merasa perlu membentuk sebuah pasukan khusus yang langsung berada di bawah kendalinya.
Pasukan ini diberi nama Cakra Birawa, yang terdiri dari gabungan berbagai angkatan: Darat, Laut, Udara, dan Kepolisian. Pasukan ini dipimpin oleh Brigadir Jenderal Soparjo dan Kolonel Untung, dengan tujuan utama menjaga keamanan Presiden Soekarno.
2. Makna Nama Cakra Birawa
Baca Juga:Ini 5 Lokasi Peristiwa G30S/PKI, Saksi Bisu Tragedi Kelam Bangsa
Nama Cakra Birawa dipilih oleh Soekarno karena "Cakra" sendiri melambangkan senjata sakti dari Dewa Wisnu.
Ini menggambarkan bahwa pasukan ini merupakan senjata ampuh yang siap melindungi negara dan pemimpinnya. Pasukan ini diharapkan menjadi simbol kekuatan yang tidak terkalahkan.
3. Pasukan Elit dengan Beragam Ideologi
Meskipun dibentuk dengan tujuan mulia untuk melindungi Presiden, tidak semua anggota Pasukan Cakra Birawa setia dengan satu ideologi.
Beberapa anggota pasukan memiliki afiliasi dengan partai politik tertentu, termasuk Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal ini menimbulkan perpecahan di dalam tubuh pasukan yang seharusnya bersatu dalam melindungi negara.
4. Peran Pasukan Cakra Birawa dalam G30S PKI
Pada malam 30 September 1965, Pasukan Cakra Birawa, di bawah pimpinan Kolonel Untung, terlibat dalam operasi penculikan dan pembunuhan terhadap beberapa jenderal Angkatan Darat.
Pasukan ini bertugas mengamankan jenderal-jenderal yang dianggap akan melakukan kudeta. Namun, misi mereka berakhir tragis dengan pembunuhan para jenderal.
5. Kontroversi Peran Cakra Birawa
Peran Cakra Birawa dalam G30S PKI menjadi kontroversial. Sebagian orang bertanya-tanya, apakah pasukan ini benar-benar diperintahkan oleh atasan mereka, ataukah mereka hanya menjadi alat dalam permainan politik yang lebih besar? Mengapa pasukan yang seharusnya menjaga keamanan Presiden malah terlibat dalam pembunuhan tokoh-tokoh penting negara?
6. Pascaperistiwa: Pembubaran Pasukan Cakra Birawa
Setelah peristiwa G30S PKI, Pasukan Cakra Birawa dibubarkan dan sebagian besar anggotanya ditangkap dan diadili. Kolonel Untung, yang menjadi komandan batalyon pasukan ini, juga ditangkap. Mereka dianggap sebagai pengkhianat yang menjadi simbol kekacauan yang terjadi pada saat itu.
7. Pentingnya Misteri yang Belum Terungkap
Hingga kini, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar peran Pasukan Cakra Birawa. Apakah mereka benar-benar dimanfaatkan? Atau apakah mereka menjadi korban dari manipulasi politik yang lebih besar? Kisah mereka menjadi pengingat bahwa sejarah sering kali penuh dengan kerumitan dan tidak ada yang hitam-putih.
8. Refleksi Sejarah dan Pelajaran untuk Masa Depan
Pasukan Cakra Birawa adalah contoh bagaimana sebuah unit yang dibentuk untuk tujuan mulia, bisa berubah menjadi bagian dari sejarah kelam. Kisah mereka menunjukkan bahwa dalam sejarah, kita tidak hanya menemukan pahlawan, tetapi juga pengkhianat dan korban.
Pelajaran dari pasukan ini adalah bahwa kita harus selalu kritis terhadap informasi yang ada dan tidak terburu-buru menilai suatu kejadian tanpa memahami latar belakangnya.
Pasukan Cakra Birawa tetap menjadi misteri besar dalam sejarah Indonesia. Peran mereka dalam G30S PKI mengundang banyak pertanyaan yang belum terjawab sepenuhnya.
Walaupun mereka awalnya dibentuk untuk melindungi Presiden Soekarno, pasukan ini justru menjadi bagian dari kisah kelam yang tak terlupakan. Bagaimana menurut Anda tentang misteri Pasukan Cakra Birawa ini?
Kontributor : Dinar Oktarini