- Pertanyaan “perkenalkan diri Anda” penting dalam wawancara karena membentuk kesan pertama pewawancara.
- Sapaan sopan, latar pendidikan singkat, pengalaman relevan, dan antusiasme jadi kunci utama sukses.
- Akhiri dengan ucapan terima kasih dan optimisme untuk tunjukkan sikap profesional dan percaya diri.
3. Ceritakan Pengalaman yang Relevan dengan Pekerjaan
Meskipun kamu seorang fresh graduate, bukan berarti kamu tidak punya pengalaman yang bisa diceritakan. Pengalaman magang, organisasi, atau proyek kampus bisa menjadi bahan cerita yang relevan.
Misalnya, jika kamu melamar posisi di bidang HR, ceritakan bagaimana kamu pernah mengikuti kegiatan kampus yang memperkenalkan dunia kerja, atau pengalaman magang di bagian personalia. Muhammad Nur memberi contoh:
“Saat kuliah, saya pernah mengikuti program pengenalan perusahaan yang memperlihatkan bagaimana pengelolaan sumber daya manusia dilakukan. Dari situ saya semakin tertarik dengan bidang HR.”
Baca Juga:10 Cara Jitu Mengatur Keuangan, 100 Ribu Seminggu: Tips Hemat Ampuh Anak Kos
Kuncinya adalah menunjukkan bahwa kamu punya ketertarikan nyata terhadap bidang yang kamu lamar, bukan sekadar mencoba-coba.
4. Tunjukkan Keterkaitan Antara Latar Belakang dan Pekerjaan
Jika pendidikanmu selaras dengan bidang pekerjaan yang kamu incar, itu akan menjadi nilai tambah besar. Tapi bagaimana kalau jurusanmu berbeda?
Tenang, kamu tetap bisa menonjolkan sisi relevansi. Misalnya, kamu lulusan Teknik tapi ingin bekerja di bidang pemasaran digital. Maka, ceritakan bahwa kamu punya ketertarikan di bidang tersebut, pernah belajar mandiri lewat kursus online, atau aktif membuat konten di media sosial.
Seperti yang disampaikan dalam video, penting untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki skill dan minat yang mendukung pekerjaan tersebut, meski latar belakang akademismu berbeda.
Baca Juga:7 Fakta Unik Sejarah Pecel: Saladnya Orang Indonesia Penuh Simbol Kesederhanaan
5. Bicaralah dengan Semangat dan Antusias
Salah satu hal paling menular dalam interview adalah antusiasme. Pewawancara bisa menilai semangatmu hanya dari cara kamu berbicara. Maka, sampaikan perkenalan dengan intonasi yang jelas, senyum yang tulus, dan bahasa tubuh terbuka.
Kata Muhammad Nur, memperkenalkan diri bukan sekadar menyebut data diri, tapi juga “menunjukkan energi positif” agar suasana wawancara terasa nyaman. Pewawancara pun akan lebih tertarik untuk menggali lebih jauh tentang dirimu.
Tapi hati-hati jangan berlebihan hingga terdengar seperti sedang berpidato atau menghafal skrip. Yang terpenting adalah terlihat tulus dan percaya diri.
6. Ceritakan Hobi atau Ketertarikan yang Mendukung
Bagi fresh graduate, hobi bisa menjadi cara menarik untuk memperlihatkan kepribadian dan nilai tambah. Jika hobimu relevan dengan pekerjaan, jangan ragu untuk menyebutkannya.