Banjir Semarang-Demak Makin Parah! Gubernur Luthfi Minta Percepat Pengerukan Kolam Retensi Terboyo

Banjir Semarang-Demak kritis. Gubernur desak pusat percepat pengerukan Kolam Retensi Terboyo & normalisasi sungai. Pusat siap mendukung, kirim pompa, integrasi solusi.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:29 WIB
Banjir Semarang-Demak Makin Parah! Gubernur Luthfi Minta Percepat Pengerukan Kolam Retensi Terboyo
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat memimpin rapat mengatasi banjir di Semarang-Demak, Rabu (29/10/2025). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendesak pemerintah pusat untuk percepat pengerukan Kolam Retensi Terboyo dan normalisasi sungai di Semarang.
  • Pemerintah pusat melalui Dirjen SDA KemenPU siap dukung usulan, siapkan pompa tambahan, dan koordinasi terpadu untuk atasi banjir.
  • Berbagai proyek infrastruktur, termasuk sodetan Sungai Sayung dan pelebaran saluran drainase, sedang berjalan untuk mitigasi banjir.

Mereka akan mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainase secara holistik. Bahkan, kementerian akan mengupayakan penggantian pompa existing yang sudah berumur lebih dari lima tahun, memastikan semua peralatan berfungsi optimal.

Sejumlah kendaraan berjalan perlahan saat berusaha menembus banjir yang masih menggenangi jalur utama pantura Semarang-Surabaya di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). [ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU]
Sejumlah kendaraan berjalan perlahan saat berusaha menembus banjir yang masih menggenangi jalur utama pantura Semarang-Surabaya di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). [ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU]

Data dari BBWS Pemali Juana menunjukkan bahwa total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.

Sementara itu, BBPJN Jateng-DIY tengah menggarap proyek sodetan Sungai Sayung sepanjang 168 meter, lengkap dengan rumah pompa menuju Kolam Retensi Terboyo yang dilengkapi dua unit pompa berkapasitas masing-masing 50 liter per detik.

Selain itu, BBPJN juga memperlebar saluran sementara dari 10 meter dan membongkar aramco di muara Sungai Babon, semua demi mempercepat aliran air ke laut.

Baca Juga:Rahasia Sedulur Papat Lima Pancer, Filsafat Kejawen untuk Menarik Rezeki Dunia!

Di tengah upaya mitigasi ini, Gubernur Luthfi tak lupa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan lebat masih mengancam hingga akhir tahun. Ini adalah tantangan bersama yang membutuhkan sinergi dan kesadaran kolektif.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak