Banjir Kaligawe Semarang Surut, Proyek Pengendalian Jangka Panjang Dikebut

Banjir Kaligawe surut, Pantura normal. Pemerintah pusat, provinsi, & daerah berkolaborasi tangani banjir Semarang dg jangka pendek-panjang hingga 2027.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 03 November 2025 | 18:48 WIB
Banjir Kaligawe Semarang Surut, Proyek Pengendalian Jangka Panjang Dikebut
Gubenur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto infrastruktur pengendalian banjir di kawasan Kaligawe Semarang, Senin (3/11/2025). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Banjir Kaligawe Semarang mulai surut, Jalan Pantura kembali normal berkat kerja kolaboratif pemerintah dan masyarakat.
  • Pemerintah meninjau rumah pompa Sringin dan Kolam Retensi Terboyo, fokus pada penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang.
  • Kolam Retensi Terboyo berperan vital, masyarakat diimbau tetap waspada cuaca ekstrem hingga awal tahun 2026.

SuaraJawaTengah.id - Genangan banjir yang sempat melumpuhkan kawasan Kaligawe, Kota Semarang, kini berangsur surut.

Akses Jalan Pantura yang vital pun sudah kembali normal, menandai keberhasilan kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.

Namun, upaya penanganan banjir di wilayah ini tidak berhenti sampai di sini.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk menuntaskan persoalan banjir dengan pendekatan jangka pendek, menengah, hingga panjang, demi memastikan Semarang lebih aman dari ancaman banjir di masa mendatang.

Baca Juga:Imbas Banjir Semarang, KAI Bakal Tinggikan Jalur Kaligawe 30 Cm Jelang Nataru

Pada Senin, 3 November 2025, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, meninjau langsung progres di lapangan.

Kunjungan ini meliputi rumah pompa Sringin dan Kolam Retensi Terboyo, dua infrastruktur krusial dalam sistem pengendalian banjir Semarang dan Sayung Demak.

"Sejak banjir pertama terjadi, pemerintah telah melaksanakan rapat koordinasi dan langkah-langkah penanganan terpadu," ujar Suharyanto di sela tinjauan.

Ia menambahkan, kondisi saat ini jauh membaik dibandingkan pekan lalu, dengan genangan yang hanya tersisa di beberapa titik.

"Dua-tiga hari terakhir ini kami pastikan sebagian besar lokasi sudah kering dan terkendali," tegasnya.

Baca Juga:Waspada! Semarang Dilanda Hujan Petir, Ancaman Rob Masih Mengintai Pesisir

Suharyanto menjelaskan bahwa penanganan banjir di kawasan ini dilakukan secara komprehensif. Untuk jangka pendek, fokus utama adalah pompanisasi, evakuasi warga terdampak, dan pengendalian air di titik-titik rawan.

Sementara itu, strategi jangka menengah mencakup penambahan pompa, perbaikan drainase, serta pembangunan sodetan baru yang mengarah ke Kolam Retensi Unissula dan Sungai Sayung.

Yang paling ambisius adalah rencana jangka panjang, yaitu penyelesaian sistem pengendalian banjir permanen yang ditargetkan rampung pada tahun 2026–2027.

Menurut Suharyanto, proyek pengendalian banjir besar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) baru mencapai sekitar 40 persen.

"Intinya, pemerintah pusat, provinsi, dan daerah bersatu padu. Semoga dengan sistem pompa permanen dan kolam retensi yang sudah diperkuat, Semarang akan lebih aman dari banjir besar di masa mendatang," harapnya.

Gubernur Ahmad Luthfi turut menyoroti peran vital Kolam Retensi Terboyo. Kolam seluas 189 hektare ini mampu menampung hingga 6 juta meter kubik air dan dilengkapi dengan rumah pompa berkapasitas 5.000 liter per detik per unit.

Terintegrasi dengan tanggul laut dan sistem drainase utama, kolam ini efektif mengurangi genangan di Jalan Kaligawe dan kawasan industri sekitarnya.

"Artinya, kerja-kerja kolaboratif ini akhirnya bisa memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Ini juga menjadi model bahwa kita bisa bekerja bersama," kata Luthfi, menekankan sinergi antara Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Semarang, BNPB, dan Kementerian PU.

Banjir yang melanda Semarang dan Demak beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga. Berbagai upaya kolaboratif telah digencarkan, mulai dari pengoperasian 48 pompa air, pembuatan sodetan, evakuasi warga, pengaktifan posko logistik dan kesehatan, hingga dapur umum.

BNPB bahkan mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan dua armada di Bandara Ahmad Yani dan Adi Sumarmo untuk menekan potensi hujan ekstrem.

Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat perkiraan cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga awal tahun 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak