Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran

Reza Pahlavi, putra mahkota Iran terakhir, simbol oposisi pro-demokrasi, serukan penggulingan rezim Teheran. Ia pilot, dukung HAM & gender.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 14 Januari 2026 | 08:25 WIB
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran
Sosok Reza Pahlavi, mantan Putra Mahkota Iran. (bidik layar video)
Baca 10 detik
  • Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Syah Iran, hidup di pengasingan pasca revolusi 1979 dan mengkritik rezim Teheran.
  • Meskipun mantan putra mahkota, ia menolak monarki dan secara vokal mendukung Iran yang demokratis dan sekuler.
  • Ia memanfaatkan media sosial secara luas untuk mengadvokasi HAM, kesetaraan gender, serta menyerukan penggulingan rezim.

"Saya tidak mencari takhta. Saya mencari kebebasan untuk rakyat saya," adalah salah satu pesan utamanya. Ini menunjukkan bahwa tujuannya bukan kekuasaan pribadi, melainkan masa depan Iran yang lebih inklusif dan partisipatif.

5. Memiliki Pengaruh Kuat di Media Sosial

Di era digital ini, Reza Pahlavi memanfaatkan media sosial sebagai platform utama untuk menyuarakan pandangannya dan menggalang dukungan.

Ia memiliki jutaan pengikut di berbagai platform, menjadikannya salah satu tokoh oposisi Iran dengan jangkauan terluas. Melalui media sosial, ia dapat berkomunikasi langsung dengan warga Iran di dalam negeri maupun diaspora, membagikan berita, analisis, dan seruan untuk bertindak.

Baca Juga:Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah

6. Mengadvokasi Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender

Salah satu pilar utama perjuangan Reza Pahlavi adalah advokasi hak asasi manusia dan kesetaraan gender. Ia secara konsisten mengecam pelanggaran HAM di Iran dan menyerukan perlindungan hak-hak perempuan serta minoritas.

Isu-isu ini menjadi sangat relevan mengingat protes-protes besar di Iran yang seringkali dipicu oleh isu kebebasan perempuan dan hak-hak sipil.

7. Menyerukan Penggulingan Rezim Iran

Pahlavi tidak hanya mengkritik, tetapi juga secara terang-terangan menyerukan penggulingan rezim Republik Islam Iran. Ia percaya bahwa satu-satunya cara untuk membawa perubahan sejati adalah dengan mengganti sistem pemerintahan yang ada.

Baca Juga:Rezeki Nomplok! Klaim Saldo DANA Kaget Rp199 Ribu dari 4 Link Spesial, Langsung Cair Tanpa Ribet!

Seruan ini tentu saja sangat kontroversial dan menempatkannya sebagai musuh utama bagi pemerintah Teheran, namun bagi para pendukungnya, ini adalah panggilan untuk revolusi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini