Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi

Randu alas Tuksongo ditebang karena lapuk & membahayakan. Pohon itu ikon desa & saksi hidup. Sisa batangnya akan jadi monumen.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 02 Februari 2026 | 16:14 WIB
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Proses penebangan randu alas di Desa Tuksongo, Borobudur menggunakan alat berat. (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi).
Baca 10 detik
  • Pohon randu alas berusia 250 tahun di Lapangan Desa Tuksongo ditebang karena kondisinya lapuk demi keselamatan publik.
  • Pohon tersebut menjadi penanda identitas desa dan sering digunakan petani sekitar Borobudur untuk menjemur tembakau.
  • Sisa batang pohon akan dijadikan monumen setinggi delapan meter sebagai ikon desa setelah kajian UGM menyatakan mati.

SuaraJawaTengah.id - Dari kejauhan, M Abdul Karim menatap masygul satu per satu cabang randu alas yang dirambah. Lengan-lengan pohon dipangkas, menandakan akhir hidup batang tua.

Di penghujung usianya yang mencapai 250 tahun, randu alas menjelma menjadi memori. Wujud kasarnya ditebang, tapi kenangannya tetap hidup dalam kisah orang-orang yang tumbuh di sekitarnya.  

Sejak kecil Abdul Karim hidup akrab bersama bayang-bayang randu alas raksasa yang tegak di sudut Lapangan Desa Tuksongo. Pohon itu menjadi saksi menggeliatnya kehidupan warga desa.

Randu alas bagi Abdul Karim bukan sekadar pohon tua berusia ratusan tahun. Tapi menjadi tetenger: Penanda ruang dan identitas warga Tuksongo.

Baca Juga:8 Tempat Camping di Magelang untuk Wisata Akhir Pekan Syahdu Anti Bising Kota

“Kalau saya pergi ke luar daerah, orang sering tanya rumahnya mana? Biasanya ujung-ujungnya nanya, dekat lapangan pohon randu alas sebelah mana,” kata Karim.

Dia ingat masa kecilnya ripuh bermain bola di lapangan itu—meski katanya sambil tertawa—olahraga bukan bakatnya.

“Kebetulan saya dilahirkan di (rumah) pinggir lapangan. Tapi sama olahraga kok kurang minat ya. Tapi sering ikut-ikutan main bola waktu kecil. Dari SD sampai SMP tetap ikut.”

Lapangan Tembakau

Memori paling lekat terkait randu alas adalah sering dipakainya lapangan untuk menjemur rajangan tembakau. Tidak hanya oleh petani Tuksongo, tapi juga oleh para petani dari daerah sekitar.

Baca Juga:Dokter Spesialis Keliling, Mengantar Harapan Pulih Hingga ke Desa

Tradisi njereng mbako adalah proses mengeringkan daun tembakau rajangan di bawah panas matahari. Rajangan tembakau dijereng di atas rigen (anyaman bambu) dan dijemur sinar matahari.

Jika panas terik, biasanya hanya butuh waktu dua hari untuk mengeringkan tembakau. Proses penjemuran diselingi membalik rajangan agar tembakau kering merata.

Tidak hanya petani asal Desa Tuksongo, pemilik tembakau sekitaran Borobudur—hingga Muntilan juga sering nunut menjemur di Lapangan Randu Alas.

Selain punya lapangan yang luas, daerah Tuksongo umumnya dikenal memiliki cakupan panas matahari yang stabil. Berbeda dari daerah lain yang berada di pegunungan, cuaca sering berubah-ubah.      

Abdul Karim masih ingat, para buruh tembakau biasanya ngeyup di bawah pohon randu alas menunggu truk pengangkut datang.  

“Waktu saya kecil di sini ada namanya ngabul atau pekerja menurunkan tembakau dari truk. Sebelum truknya datang masyarakat sini menunggunya di bawah pohon randu itu. Itu menjadi kenangan masa kecil saya.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak