Kisah Pedagang Rombengan Rejowinangun, Bertahan di Pasar yang Sepi

Pedagang barang bekas di Pasar Rejowinangun, Magelang, sepi pembeli dan sepi. Penghasilan merosot drastis akibat daya beli masyarakat yang melemah.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:40 WIB
Kisah Pedagang Rombengan Rejowinangun, Bertahan di Pasar yang Sepi
Suasana los barang bekas di Pasar Rejowinangun. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]
Baca 10 detik
  • Pedagang barang bekas di Pasar Rejowinangun Magelang mengalami penurunan drastis jumlah pembeli hingga seperempatnya sejak enam tahun lalu.
  • Penghasilan pedagang seperti Budiono menurun signifikan, dari Rp2 juta menjadi Rp900 ribu per bulan karena sepinya pengunjung.
  • Penjual pakaian di pasar tersebut juga terdampak; banyak toko beralih menjual kebutuhan pokok karena daya beli masyarakat yang melemah.

SuaraJawaTengah.id - Lapak-lapak rombengan di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, banyak tampak tutup. Hari menyongsong siang, tapi lorong pasar loak masih lengang.

“Sekarang rombengan di sini sepi mas. Jam sepuluh pagi biasanya sudah nggak ada orangnya (pengunjung),” kata Budiono, pedagang buku dan jeriken bekas di Rejowinangun.

Pasar loak di mana pun berada, selalu memberi kesempatan hidup kedua bagi barang-barang bekas. Tapi di Rejowinangun, kesempatan hidup justru semakin sulit diraih oleh para pedagangnya.

Budiono sudah 6 tahun berjualan barang bekas di Pasar Rejowinangun. Dia menampung barang loak dari para pengepul di sekitaran Magelang.

Baca Juga:Dokter Spesialis Keliling, Mengantar Harapan Pulih Hingga ke Desa

Dulu kata Budiono, pembeli datang berombongan. Pasar ramai hingga siang. “Dibandingkan enam tahun lalu, sekarang jumlah pembeli paling tersisa seperempatnya.”

Penghasilanya merosot tajam. Jika dulu Budiono bisa mengantongi untung sekitar Rp2 juta per bulan, sekarang paling banter hanya Rp900 ribu.

Tiap hari Budiono membuka lapak sejak pukul 08.30 dan baru tutup pukul 2 siang. Tapi ketika pasar benar-benar sepi, ia memilih menutup kios lebih awal.

Setiap hari pembeli yang datang hanya 2 hingga 3 orang. Barang yang laku kebanyakan kertas bekas untuk pembungkus makanan. “Kalau lagi sepi, sehari paling bisa jual lima atau enam kilogram,” katanya.

Dengan harga kertas bekas Rp6 ribu per kilogram, pendapatan hariannya hanya berkisar Rp36 ribu. Dari jumlah itu, masih harus dipotong biaya sewa kios Rp1.200 per hari.

Baca Juga:Terlupakan dalam Sejarah: Kisah Heroik Soeprapto Ketjik di Magelang, Berani Melawan Tentara Jepang

Nasib Rombengan

Kebanyakan orang datang hanya untuk melihat-lihat. Selain buku dan jeriken, di los pasar rombengan juga dijual sepatu, barang elektronik serta baju bekas.

Saat pembeli tak kunjung datang, Budiono menghabikan waktu dengan duduk melamun. Jika bosan, sesekali ia berkeliling menyambangi sesama pedagang untuk sekadar ngobrol. “Pasar cepet sepi. Saya lebih banyak bengongnya.”

Menginjak 68 tahun, Budiono memilih bertahan menekuni pekerjaannya meski tanpa kepastian. Tidak banyak pilihan pekerjaan yang bisa dijalani oleh lelaki diusia senja.

Selain lapak barang bekas, di lantai paling atas Pasar Rejowinangun berjajar kios penjual pakaian dan penjahit permak pakaian. Beberapa kios menjual busana muslim dan jilbab.

“Sedih mas. Jualan jilbab juga sepi. Orang-orang pada nggak punya duit,” kata Safitri, salah satu penjaga toko busana muslim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak