7 Fakta Video Viral Tarawih Disebut Terjadi di Pati, Kemenag Beri Klarifikasi Resmi

Video aksi tak pantas saat salat viral, diklaim di Pati. Kemenag Pati: Belum ada laporan, video mungkin hoaks/lama. Minta cek fakta sebelum sebar.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 24 Februari 2026 | 09:52 WIB
7 Fakta Video Viral Tarawih Disebut Terjadi di Pati, Kemenag Beri Klarifikasi Resmi
Ilustrasi terawih ricuh di media sosial. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Video viral menunjukkan aksi tidak pantas anak-anak mengganggu jemaah salat berjemaah, memicu kegaduhan publik.
  • Narasi yang menyebut kejadian itu di Pati belum terkonfirmasi, bahkan video mirip pernah beredar tahun 2025.
  • Kemenag Pati belum menerima laporan kejadian tersebut, dan menyiagakan penyuluh untuk memantau kondisi ibadah Ramadan.

SuaraJawaTengah.id - Beredarnya video yang memperlihatkan aksi tidak pantas saat salat berjemaah kembali memicu kegaduhan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat sekelompok anak-anak dan remaja melakukan tindakan yang dinilai mengganggu kekhusyukan ibadah. Sejumlah akun bahkan menarasikan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu masjid di Kabupaten Pati.

Narasi tersebut langsung menyebar luas dan memicu perdebatan publik. Namun, hingga kini kebenaran lokasi video masih belum terkonfirmasi. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, pun memberikan penjelasan resmi agar masyarakat tidak salah memahami situasi. Berikut tujuh fakta penting yang perlu diketahui.

1. Video Tampilkan Aksi Tidak Pantas Saat Salat

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana salat berjemaah di dalam masjid. Dalam tayangan itu, sejumlah anak-anak dan remaja tampak melakukan aksi jahil.

Baca Juga:Pedagang Mobil Bekas Atur Siasat Atasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor

Mereka terlihat menyodok jemaah yang sedang bersujud menggunakan tongkat kayu. Bahkan, dalam narasi yang beredar, imam salat disebut juga menjadi sasaran tindakan tersebut. Aksi ini langsung menuai keprihatinan publik karena dinilai mengganggu kekhusyukan ibadah umat Muslim.

2. Narasi Viral Sebut Kejadian di Kabupaten Pati

Kegaduhan makin meluas setelah beberapa akun media sosial menyebut peristiwa dalam video terjadi di wilayah Kabupaten Pati. Informasi tersebut cepat menyebar dan memicu reaksi berantai dari warganet.

Sebagian publik langsung mengecam perilaku dalam video, sementara yang lain mulai mempertanyakan keabsahan klaim lokasi. Perbedaan respons ini menunjukkan betapa cepatnya opini publik terbentuk dari potongan video yang belum tentu terverifikasi.

3. Warganet Temukan Kejanggalan

Baca Juga:7 Fakta Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng di Pekalongan, Diduga Terkait Kasus Sensitif

Di tengah ramainya perbincangan, banyak warganet justru meragukan kebenaran video tersebut. Salah satu alasan utamanya adalah karena video serupa disebut pernah viral pada tahun 2025 tanpa keterangan lokasi yang jelas.

Selain itu, sejumlah pengguna media sosial menemukan indikasi bahwa video tersebut berpotensi merupakan hasil rekayasa digital atau kecerdasan buatan (AI). Temuan ini membuat publik semakin berhati-hati dan mendorong perlunya klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

4. Kemenag Pati Tegaskan Belum Ada Laporan

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati Ahmad Syaiku menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.

Ia menyebut laporan dari lapangan yang masuk ke Kemenag masih dalam kondisi normal. Artinya, belum ada bukti kuat bahwa peristiwa dalam video benar-benar terjadi di wilayah Pati. Pernyataan ini menjadi penyeimbang di tengah derasnya spekulasi yang beredar di media sosial.  

5. Delapan Penyuluh Disiagakan di Setiap Kecamatan

Sebagai langkah antisipatif selama Ramadan, Kemenag Pati telah menyiagakan sekitar delapan penyuluh agama di setiap kecamatan.

Para penyuluh ini bertugas memantau kondisi pelaksanaan ibadah di wilayah masing-masing. Mereka juga diminta segera melaporkan jika menemukan hal yang berpotensi mengganggu kenyamanan umat Muslim dalam beribadah.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan lapangan tetap berjalan aktif meski video viral belum terkonfirmasi.

6. Setiap Penyuluh Awasi Beberapa Desa

Ahmad Syaiku menjelaskan bahwa sistem pengawasan dilakukan secara berlapis. Setiap penyuluh agama bertanggung jawab mengawasi sekitar tiga hingga empat desa.

“Satu penyuluh bertanggung jawab atas tiga hingga empat desa. Tugas mereka adalah memastikan pelaksanaan ibadah Ramadan berjalan kondusif,” ujar Syaiku sebagaimana dikutip di YouTube. 

Dengan skema ini, potensi gangguan diharapkan bisa terdeteksi lebih cepat dari tingkat desa hingga kabupaten.

7. Masyarakat Diminta Cek Fakta Sebelum Menyebarkan

Kemenag Pati secara tegas mengimbau masyarakat dan netizen agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan video yang belum terverifikasi.

Syaiku menekankan pentingnya kehati-hatian dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan bahwa video tersebut belum tentu benar terjadi di Pati dan masih perlu penelusuran lebih lanjut.

Pihaknya juga membuka kemungkinan untuk melakukan pendalaman apabila nantinya ditemukan bukti kuat terkait lokasi kejadian. Namun untuk saat ini, publik diminta menunggu hasil verifikasi resmi.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Di era media sosial, satu video lama, potongan konteks, atau bahkan rekayasa AI bisa dengan cepat memicu kegaduhan luas.

Momentum Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk memperkuat ketenangan, toleransi, dan sikap saling menghormati. Karena itu, semua pihak baik pengguna media sosial, tokoh masyarakat, maupun generasi muda perlu lebih bijak dalam menyikapi informasi viral.

Kemenag Kabupaten Pati memastikan akan terus memantau situasi melalui jaringan penyuluh agama di lapangan. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing, dan selalu mengedepankan verifikasi sebelum membagikan informasi.

Dengan kehati-hatian bersama, diharapkan ruang digital tetap sehat dan pelaksanaan ibadah selama Ramadan dapat berlangsung aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh umat.  

Kontributor : Dinar Oktarini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini