- Penembakan terjadi Sabtu malam, 14 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di rumah Amat Muzakhin, suami anggota DPRD di Pekalongan.
- Polisi memastikan pelaku menggunakan senjata api; proyektil ditemukan memantul di teras rumah korban saat olah TKP.
- Korban menduga insiden ini adalah intimidasi terkait kasus dugaan penculikan pedagang martabak yang sedang ia kawal.
SuaraJawaTengah.id - Insiden penembakan yang menargetkan Amat Muzakhin alias Boim, suami anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, menjadi perhatian publik.
Peristiwa yang terjadi di Pekalongan ini tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga memunculkan berbagai dugaan terkait motif di balik aksi tersebut.
Polisi telah turun tangan melakukan penyelidikan, sementara korban sendiri mengungkap sejumlah hal yang memperkuat dugaan adanya kaitan dengan kasus lain yang sedang ia kawal.
Berikut tujuh fakta penting di balik peristiwa penembakan yang nyaris merenggut nyawa tersebut.
Baca Juga:Ketua Komisi E DPRD Jateng Buka-bukaan Soal Tupoksi Dewan ke Mahasiswa Unnes, Ini yang Dibahas
1. Penembakan Terjadi di Rumah Korban pada Malam Hari
Peristiwa penembakan terjadi pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di rumah korban yang berlokasi di Desa Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Rumah milik Amat Muzakhin alias Boim didatangi oleh orang tak dikenal (OTK) yang kemudian melepaskan tembakan. Insiden ini terjadi saat suasana malam relatif tenang dan korban sedang berada di rumah bersama tamu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, peristiwa ini tetap menimbulkan kekhawatiran, mengingat penggunaan senjata api dalam aksi tersebut.
2. Polisi Menemukan Proyektil dan Memastikan Menggunakan Senjata Api
Baca Juga:Stop FOMO! DPRD Jateng Dorong Literasi Emosional Remaja untuk Hadapi "Kenyataan Palsu" di Medsos
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, memastikan bahwa pelaku menggunakan senjata api berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara.
Menurutnya, tembakan mengenai bagian dak atas teras rumah korban. Proyektil kemudian memantul dan ditemukan di area sebelah kiri garasi. Temuan ini menjadi bukti penting dalam penyelidikan.
“Kami pastikan itu menggunakan senjata api,” ujar Kapolres, menegaskan bahwa insiden tersebut bukan sekadar ancaman biasa, melainkan tindakan yang serius dan berpotensi membahayakan nyawa.
Saat ini, pemeriksaan balistik masih dilakukan dengan bantuan Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.
3. Pelaku Diduga Menggunakan Motor dan Menutup Identitas
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna hitam. Pelat nomor kendaraan diduga sengaja ditutup untuk menghindari identifikasi.