- Orang tua dan guru memanfaatkan Ramadan sebagai waktu menanamkan makna puasa dini melalui aktivitas menyenangkan.
- Metode tepuk puasa dan lagu Ramadan terbukti efektif untuk mengenalkan amalan sunah kepada anak usia TK.
- Fokus utama adalah menumbuhkan kecintaan ibadah, bukan memaksa hafalan, didukung dengan ekspresi ceria.
SuaraJawaTengah.id - Bulan Ramadan selalu membawa suasana hangat di rumah maupun di sekolah. Bagi orang tua dan guru, momen ini adalah waktu emas untuk mengenalkan makna puasa kepada anak sejak dini. Bukan dengan cara yang berat, melainkan melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Selain menjalankan puasa, Ramadan juga dipenuhi berbagai amalan sunah seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, berzikir, hingga membantu sesama. Semua kebaikan tersebut bernilai pahala berlipat. Nilai-nilai inilah yang perlahan bisa ditanamkan kepada anak usia TK melalui aktivitas sederhana seperti tepuk puasa dan lagu Ramadan.
Metode tepuk puasa terbukti efektif karena sesuai dengan dunia anak: penuh gerak, ritme, dan keceriaan. Anak tidak merasa sedang “diajar”, tetapi justru bermain sambil belajar. Orang tua di rumah maupun guru di kelas bisa memanfaatkan cara ini untuk membangun semangat ibadah sejak kecil.
Berikut 25 contoh tepuk puasa dan lagu Ramadan yang bisa langsung dipraktikkan.
Baca Juga:Doa Puasa Satu Bulan Ramadan: Bacaan, Waktu, dan Penjelasan Ulama
1. Tepuk Larangan saat Berpuasa
Enggak makan (prok... 3x)
Enggak minum (prok... 3x)
Enggak marah (prok... 3x)
Harus sabar (prok... 3x)
Dari subuh (prok... 3x)
Sampai maghrib (prok... 3x)
Ramadhan… Yes!
2. Tepuk Puasa Semangat
Tepuk puasa!
Puasa Ramadhan!
Bangun sahur… siap!
Menahan lapar… kuat!
Menahan haus… sabar!
Tidak marah… hebat!
Sampai maghrib… semangat!
Anak TK… luar biasa!
3. Lagu Puasa (Nada: Balonku Ada Lima)
Baca Juga:Jadwal Imsak Semarang dan Sekitarnya 19 Februari 2026: Jangan Sampai Terlambat Sahur!
Puasa di bulan Ramadhan
Bangun pagi makan sahur
Siangnya kita belajar
Tidak jajan sembarangan
Lapar haus kita tahan
Sambil baca Al-Qur’an
Kalau azan maghrib datang
Hore… waktunya berbuka!
4. Tepuk Anak Puasa Hebat
Tepuk anak puasa!
Siapa yang puasa? (Saya!)
Siapa yang sabar? (Saya!)
Siapa yang kuat? (Saya!)
Puasa itu ibadah
Puasa dapat pahala
Ramadhan penuh berkah
Alhamdulillah!
5. Lagu Ramadan Mulia (Nada: Bintang Kecil)
Bulan Ramadhan yang mulia
Bulan puasa penuh pahala
Siang hari kita tahan
Lapar haus dengan senyuman
Sholat, doa, mengaji juga
Agar jadi anak mulia
6. Tepuk Ramadhan Ceria
Ramadhan!
Bulan suci!
Anak sholeh!
Rajin ibadah!
Puasa penuh… kalau bisa!
Setengah hari… tak apa!
Yang penting… semangatnya!
Yes yes yes!
7. Lagu Puasa Bersama (Nada: Naik Delman)
Pada bulan Ramadhan
Kita puasa bersama
Bangun pagi makan sahur
Dengan ayah dan ibu
Siangnya tetap ceria
Walau haus dan lapar
Kalau azan sudah terdengar
Berbuka pun tiba
8. Tepuk Sabar Puasa
Tepuk sabar!
Sabar menahan lapar
Tepuk kuat!
Kuat menahan haus
Tepuk senyum!
Tidak boleh cemberut
Puasa Ramadhan
Membuat hati lembut
9. Lagu Sabar Itu Indah (Nada: Topi Saya Bundar)
Puasa itu sabar
Sabar itu indah
Kalau kita sabar
Allah pun sayang
Puasa itu ibadah
Ibadah yang mulia
Anak yang rajin puasa
Masuk surga-Nya
10. Tepuk Hebat Sampai Maghrib
Sahur!
Puasa!
Sholat!
Ngaji!
Lapar… tahan!
Haus… tahan!
Maghrib datang… horeee!
Anak TK… hebat!
11–25. Variasi Tepuk & Lagu Lainnya
Orang tua dan guru juga bisa mempraktikkan variasi berikut untuk menjaga antusias anak:
Tepuk Puasa Super Semangat
Lagu Puasa Tepuk Tangan (Nada: Kalau Kau Suka Hati)
Tepuk Ramadhan Go Go Go
Lagu Ramadhan Doo Doo
Tepuk Sabar Kuat Ceria
Lagu Puasa Ceria
Tepuk Puasa Level Juara
Lagu Anak Ramadan Bangga
Tepuk Puasa Turbo
Lagu Sahur Ayo Bangun
Tepuk Ramadhan Power
Lagu Aku Anak Puasa
Tepuk Anak Sholeh
Tepuk Rukun Islam
Tips untuk Orang Tua dan Guru
Agar kegiatan makin efektif, beberapa hal ini penting diperhatikan:
Pertama, gunakan gerakan sederhana dan berulang. Anak usia TK belajar lewat repetisi.
Kedua, praktikkan dengan ekspresi ceria. Energi orang dewasa sangat memengaruhi semangat anak.
Ketiga, tidak perlu memaksa anak berpuasa penuh. Fokus utama adalah menumbuhkan kecintaan pada Ramadan.
Keempat, kombinasikan dengan aktivitas lain seperti mewarnai, cerita nabi, atau pesantren kilat mini.
Menanamkan Makna, Bukan Sekadar Hafalan
Bagi orang tua dan guru, tujuan utama bukan membuat anak hafal lirik, tetapi memahami nilai di baliknya: sabar, jujur, dan semangat beribadah. Dengan pendekatan yang hangat dan menyenangkan, Ramadan bisa menjadi kenangan indah yang membekas hingga mereka dewasa.
Melalui tepuk puasa yang ceria, anak belajar bahwa beribadah itu menggembirakan—bukan menakutkan. Dan dari sinilah, kecintaan pada Ramadan bisa tumbuh sejak langkah pertama mereka.
Kontributor : Dinar Oktarini