- Pawai Ogoh-Ogoh menyemarakkan Tawur Ageng Kesanga di Desa Klinting Banyumas sehari sebelum Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
- Arak-arakan Ogoh-Ogoh melambangkan sifat negatif manusia yang dibersihkan melalui ritual sebelum umat Hindu Nyepi.
- Pelaksanaan Nyepi di Banyumas berjalan kondusif didukung toleransi tinggi antarumat beragama di wilayah tersebut.
Slamet mengharapkan kegiatan budaya dan keagamaan umat Hindu di Banyumas terus mendapat dukungan pemerintah daerah karena menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Salah seorang umat Islam warga Desa Klinting, Neneng menilai kerukunan antarumat di wilayahnya terjalin sangat baik.
“Sangat bagus, saling membantu dan saling menghargai satu sama lain. Saya ikut bantu-bantu menerima tamu dan membantu sebisanya,” katanya.
Menurut dia, warga Muslim juga berupaya menghormati umat Hindu yang menjalankan Catur Brata Penyepian dengan mengurangi aktivitas yang berpotensi menimbulkan keramaian.
Baca Juga:15 Wisata Banyumas Paling Hits untuk Libur Sekolah Akhir Tahun 2025
“Kalau mereka lagi Nyepi, kami juga menghargai, tidak membuat keramaian. Aktivitas yang sekiranya bisa dikurangi ya dikurangi,” katanya.