Banyumas Merajut Harmoni, Ketika Ogoh-ogoh dan Takbir Berdampingan dalam Toleransi

Pawai Ogoh-Ogoh meriahkan Tawur Ageng Kesanga di Banyumas jelang Nyepi. Ritual suci ini simbol pembersihan diri & lingkungan, didukung toleransi antarumat.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 18 Maret 2026 | 13:57 WIB
Banyumas Merajut Harmoni, Ketika Ogoh-ogoh dan Takbir Berdampingan dalam Toleransi
Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka Tawur Ageng Kesanga yang digelar umat Hindu sehari menjelang Hari Raya Nyepi di Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026). [ANTARA/Sumarwoto]
Baca 10 detik
  • Pawai Ogoh-Ogoh menyemarakkan Tawur Ageng Kesanga di Desa Klinting Banyumas sehari sebelum Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
  • Arak-arakan Ogoh-Ogoh melambangkan sifat negatif manusia yang dibersihkan melalui ritual sebelum umat Hindu Nyepi.
  • Pelaksanaan Nyepi di Banyumas berjalan kondusif didukung toleransi tinggi antarumat beragama di wilayah tersebut.

SuaraJawaTengah.id - Pawai Ogoh-Ogoh menyemarakkan rangkaian Tawur Ageng Kesanga yang diselenggarakan umat Hindu di Desa Klinting, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.   

Arak-arakan Ogoh-Ogoh yang diikuti umat Hindu dari sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas berlangsung meriah dengan iringan gamelan dan doa bersama sebagai bagian dari ritual penyucian alam sebelum memasuki Hari Raya Nyepi. 

Ogoh-Ogoh diarak dari Lapangan Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Banyumas, menuju Pura Pedaleman Giri Kendeng sebagai pusat pelaksanaan rangkaian upacara.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas Slamet Raharjo mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus budaya yang semakin dikenal masyarakat luas. 

Baca Juga:15 Wisata Banyumas Paling Hits untuk Libur Sekolah Akhir Tahun 2025

“Antusiasme warga sangat baik. Pawai Ogoh-Ogoh ini bukan sekadar tradisi, juga bagian dari rangkaian ritual Tawur Ageng Kesanga untuk menyucikan diri dan lingkungan sebelum Nyepi,” katanya. 

Ia mengatakan Ogoh-Ogoh melambangkan sifat-sifat negatif manusia yang harus dikendalikan sehingga melalui prosesi arak-arakan dan ritual selanjutnya, umat diharapkan mampu membersihkan diri secara lahir dan batin. 

Sementara itu, Tawur Ageng Kesanga merupakan bagian penting menjelang Nyepi yang diisi dengan persembahyangan dan ritual Yadnya.

Setelah rangkaian tersebut, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam. 

Selama Nyepi, umat menjalankan empat pantangan utama yakni amati geni (tidak menyalakan api atau lampu), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

Baca Juga:Alarm BMKG! Hujan Ekstrem Ancam Cilacap-Banyumas, Potensi Bencana Sangat Tinggi

Meskipun perayaan Nyepi identik dengan tradisi serupa di Bali, pelaksanaan di Banyumas memiliki kekhasan tersendiri dengan nuansa kebersamaan.

Lebih lanjut, Slamet mengakui dari sekitar 450 umat Hindu di Kabupaten Banyumas, sekitar 200 orang di antaranya merupakan warga Desa Klinting.

Menurut dia, pelaksanaan Nyepi di Banyumas setiap tahunnya berlangsung kondusif berkat tingginya toleransi antarumat beragama.

“Toleransi di Banyumas sangat bagus, tidak pernah ada gesekan sedikit pun. Sampai hari ini kami saling membantu,” katanya.

Ia meyakini kegiatan takbiran pada Kamis (19/3) malam yang digelar sebagian umat Islam yang merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat (23/3) tidak menjadi kendala bagi umat Hindu dalam menjalani penyepian pada 19 Maret, pukul 05.59 WIB, hingga 20 Maret, pukul 06.00 WIB.

“Bagi kami mari bersama-sama saling menghargai. Kami juga tetap menghormati karena tujuan kita sama, menuju kebaikan. Jadi tidak menjadi masalah,” katanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini