- Tradisi Lomban Syawalan Jepara 2026 menampilkan inovasi baru berupa kirab kerbau bule pada Jumat (27/3/2026).
- Kirab yang dihadiri pejabat daerah ini bertujuan mendongkrak kunjungan wisatawan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Puncak tradisi melibatkan larung sesaji kepala kerbau di laut Jepara sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan.
Salah seorang warga, Retno (40), mengaku sengaja datang lebih awal setelah mendengar kabar adanya arak-arakan kerbau bule.
Puncak tradisi Lomban Syawalan 2026 akan dimeriahkan dengan larung kepala kerbau di laut Jepara pada Sabtu (28/3).
Acara ini biasanya diikuti oleh ribuan perahu nelayan yang turut serta dalam prosesi sakral tersebut. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dari laut, sekaligus doa agar masyarakat Jepara, khususnya para nelayan, senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.
Dengan inovasi kirab kerbau bule dan komitmen pemerintah daerah, Lomban Syawalan Jepara tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal.
Baca Juga:Tanam Mangrove di Jepara, Wagub Jateng Ingatkan Pentingnya Menjaga Ekosistem
Diharapkan, tradisi ini akan terus berkembang, menarik lebih banyak wisatawan, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Jepara, sembari tetap menjaga kelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun.