- Kerangka manusia ditemukan oleh pekerja di kebun tebu PTPN Dukuh Sidomulyo, Pemalang pada Senin, 30 Maret 2026 pagi.
- Penemuan ini dipicu oleh bau menyengat yang tercium pekerja sejak dua hari sebelumnya di lokasi terpencil.
- Korban yang identitasnya belum diketahui telah dimakamkan setelah ditemukan hanya menyisakan pakaian doreng dan kolor abu-abu.
“Selang dua hari saat akan melanjutkan pekerjaan, karyawan ini menceritakan bau tersebut, dan ditemukan sumbernya,” jelas Trino.
Bau menyengat itu berasal dari kerangka manusia yang sudah dalam kondisi tinggal tulang-belulang. Temuan ini langsung membuat pekerja menghentikan aktivitas dan melapor ke pihak berwenang.
5. Masih Mengenakan Pakaian yang Cukup Jelas
Meski sudah menjadi kerangka, korban masih mengenakan pakaian yang cukup jelas cirinya. Hal ini menjadi salah satu petunjuk awal dalam proses identifikasi.
Baca Juga:BRI Peduli Aspal Jalan Desa di Pemalang, Akses Ekonomi Warga Kini Makin Lancar
Pakaian yang dikenakan antara lain kaos lengan panjang bermotif doreng hijau serta celana kolor pendek berwarna abu-abu.
“Saat ditemukan kerangka menggunakan kaos lengan panjang motif doreng hijau dan celana kolor pendek warna abu-abu,” terang Trino.
Ciri-ciri ini kemudian disampaikan kepada warga untuk membantu kemungkinan identifikasi.
6. Diduga ODGJ yang Sering Terlihat di Sekitar Lokasi
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sosok dengan ciri-ciri serupa sebelumnya sempat terlihat di sekitar lokasi kejadian. Warga menyebut pria tersebut kerap berjalan mondar-mandir di area kebun tebu.
Baca Juga:Dukung Generasi Penerus, BRI Peduli Salurkan Bantuan Fasilitas Pendidikan di Pemalang
“Beberapa saksi pernah melihat seorang laki-laki yang diduga ODGJ dengan ciri-ciri yang sama,” ungkap Trino.
Meski demikian, dugaan ini masih bersifat sementara dan belum dapat dipastikan kebenarannya oleh pihak kepolisian.
7. Identitas Belum Diketahui, Kerangka Sudah Dimakamkan
Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui secara pasti. Polisi memastikan bahwa korban bukan merupakan warga setempat.
Setelah dilakukan identifikasi awal bersama tenaga kesehatan dari puskesmas setempat, kerangka tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah desa untuk dimakamkan. Proses pemakaman dilakukan di area pemakaman Dukuh Pesadean, Desa Pesantren.
Penemuan kerangka manusia ini menyisakan tanda tanya besar terkait siapa sebenarnya korban dan bagaimana ia bisa berada di lokasi tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian masih membuka kemungkinan adanya laporan orang hilang yang sesuai dengan ciri-ciri yang ditemukan.