Tragis! Konten Kreator Demak Tewas Saat Syuting di Sungai, Ini Kronologi Lengkapnya

Seorang vlogger di Demak tewas tenggelam saat membuat konten di Sungai Tuntang yang arusnya sedang deras. Kejadian ini menjadi pengingat agar mengutamakan keselamatan

Budi Arista Romadhoni
Senin, 06 April 2026 | 08:40 WIB
Tragis! Konten Kreator Demak Tewas Saat Syuting di Sungai, Ini Kronologi Lengkapnya
Ilustrasi konten kreator tenggelam di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Seorang konten kreator berinisial NH tewas terseret arus Sungai Tuntang, Demak, saat merekam video pada Jumat, 3 April 2026.
  • Debit air sungai yang meningkat tajam dan kondisi arus deras menjadi penyebab utama korban tenggelam di lokasi.
  • Tim gabungan menemukan jenazah korban pada Sabtu pagi setelah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai pasca kejadian.

SuaraJawaTengah.id - Peristiwa tragis menimpa seorang konten kreator di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang pria berinisial NH (33) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret arus Sungai Tuntang saat tengah membuat konten video.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di balik konten yang terlihat menarik, ada risiko besar yang sering kali tidak disadari.

Berikut kronologi lengkap kejadian tersebut:

1. Berawal dari Aktivitas Membuat Konten di Tanggul Sungai

Baca Juga:7 Universitas Swasta Terbaik di Jawa Tengah dan Jogja 2026, Solusi Setelah Gagal SNBP

Peristiwa ini bermula pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban diketahui berada di tanggul Sungai Tuntang.

Korban diduga sedang membuat konten video di lokasi tersebut, di tengah kondisi debit air yang sedang meningkat.

Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono kepada awak media pada Sabtu (4/4/2026), menjelaskan bahwa aktivitas korban terjadi saat kondisi sungai tidak dalam keadaan normal.

Ia menyebut korban berada di lokasi ketika air sungai mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

2. Kondisi Sungai Sedang Tidak Stabil

Baca Juga:Waspada! Jawa Tengah Masih Diguyur Hujan Sepanjang April 2026, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai!

Pada waktu yang sama, debit air Sungai Tuntang diketahui meningkat tajam. Bahkan, tanggul di wilayah Kecamatan Guntur dilaporkan jebol di tiga titik.

Kondisi ini membuat arus air menjadi sangat deras dan berbahaya, terutama bagi siapa pun yang berada di sekitar bantaran sungai.

Situasi seperti ini sering kali terlihat menarik untuk dijadikan konten. Namun di balik itu, terdapat risiko yang tidak bisa dianggap remeh.

3. Korban Dilaporkan Hilang Setelah Ditemukan Motor Terparkir

Peristiwa ini pertama kali terungkap dari kecurigaan warga. Pada Jumat sore, seorang warga menemukan sepeda motor terparkir di tanggul Sungai Tuntang di Desa Karangrejo.

Di sekitar lokasi juga ditemukan sandal jepit yang diduga milik korban.

Karena kendaraan tersebut tidak berpindah hingga malam hari, warga mulai merasa khawatir dan melaporkannya ke perangkat desa. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. 

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan pengecekan terhadap kendaraan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan fotokopi kartu keluarga yang menjadi petunjuk awal identitas pemilik.

Penelusuran kemudian dilakukan hingga ke Desa Gebangarum. Dari sana diketahui bahwa kendaraan tersebut milik keluarga korban dan dipinjam oleh NH.

Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban berada di sekitar lokasi sungai sebelum dinyatakan hilang.

5. Proses Pencarian Hingga Korban Ditemukan

Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan relawan segera melakukan pencarian.

Pencarian dilakukan menggunakan perahu serta perlengkapan keselamatan, mengingat kondisi arus yang cukup deras.

Setelah dilakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, korban akhirnya ditemukan pada Sabtu pagi dalam kondisi meninggal dunia.

6. Korban Dikenal Sebagai Vlogger di Lingkungannya

Menurut Kapolsek Bonang, Miftahun Nur, korban dikenal sebagai seseorang yang aktif membuat konten video.

Di lingkungan tempat tinggalnya, korban cukup dikenal sebagai vlogger.

Ia juga menduga korban berada di lokasi untuk merekam kondisi sungai yang sedang meluap, yang memang sering menjadi objek konten.

7. Hasil Pemeriksaan: Tidak Ada Unsur Kekerasan

Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Penyebab kematian dipastikan akibat tenggelam setelah terseret arus sungai.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa insiden terjadi murni karena kondisi alam dan situasi yang tidak aman.

Pihak kepolisian dan BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat berada di sekitar sungai dengan debit air tinggi.

Aktivitas di tanggul atau bantaran sungai sebaiknya dihindari dalam kondisi seperti ini.

Selain itu, penggunaan alat keselamatan juga sangat disarankan jika berada di area berisiko.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting, khususnya bagi para kreator konten. Tidak semua momen layak diambil jika harus mengorbankan keselamatan.

Konten bisa dibuat kapan saja, tetapi keselamatan tidak bisa diulang.

Kontributor : Dinar Oktarini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak