Dari Kebun ke Dapur, Petani Sayur Boyolali Temukan Harapan Baru Lewat MBG

Barisan sayuran hijau tampak segar dan siap dipanen. Pakcoy tumbuh rapi, sementara tomat mulai berbuah. Brokoli dan wortel turut melengkapi ragam tanaman yang ia kelola.

Suhardiman
Sabtu, 04 April 2026 | 18:48 WIB
Dari Kebun ke Dapur, Petani Sayur Boyolali Temukan Harapan Baru Lewat MBG
Kabun sayur di Desa Senden, Kecamatan Selo. [Ist]
Baca 10 detik
  • Petani sayur di Desa Senden, Boyolali, kini memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis ke dapur SPPG Podo Moro.
  • Skema ini memangkas rantai distribusi panjang serta memberikan kepastian pasar dengan harga yang lebih stabil bagi petani.
  • Peningkatan serapan hasil panen berdampak positif terhadap pendapatan ekonomi petani dan keberlanjutan usaha tani di wilayah tersebut.

SuaraJawaTengah.id - Pagi di Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, selalu dimulai dengan kesibukan yang sama. Di antara embun yang masih menggantung di daun, Budi mulai bekerja di kebunnya.

Barisan sayuran hijau tampak segar dan siap dipanen. Pakcoy tumbuh rapi, sementara tomat mulai berbuah. Brokoli dan wortel turut melengkapi ragam tanaman yang ia kelola.

“Saya petani hortikultura, menanam berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, tomat, brokoli, wortel, dan lainnya,” ujar Budi saat ditemui di kebunnya.

Selama ini, hasil panen Budi tidak langsung sampai ke konsumen. Ia bersama petani lain mengandalkan pengepul yang kemudian menyalurkan hasil tani ke pasar-pasar besar seperti Cepogo, Bandungan, hingga Sragen. Rantai distribusi tersebut telah berlangsung lama, dengan harga yang kerap tidak menentu.

Namun, belakangan mulai ada perubahan yang dirasakan. Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka jalur distribusi baru yang lebih dekat dan lebih pasti. “Sejauh ini sudah ada kerja sama dengan MBG, tapi kapasitasnya masih terbatas,” kata Budi.

Saat ini, Budi baru menyuplai kebutuhan untuk satu dapur MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Podo Moro di Gebyog. Meski skalanya masih kecil, dampaknya sudah mulai terasa.

Setiap hari, dapur tersebut membutuhkan sekitar 50 kilogram pakcoy, 30 kilogram tomat, dan 20 kilogram selada. Menariknya, pasokan tersebut kini dapat dipenuhi langsung dari petani.

Skema ini tidak hanya memangkas rantai distribusi, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani. Bagi Budi, hal ini bukan sekadar transaksi, melainkan tentang keberlanjutan usaha tani.

“Program MBG ini sangat membantu, karena harga sayuran bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.

Harga yang lebih stabil memberi ruang bagi petani untuk berkembang. Pendapatan meningkat, dan hasil panen tidak lagi sepenuhnya bergantung pada fluktuasi pasar tradisional.

“Dari sisi ekonomi tentu menambah pendapatan kami sebagai petani. Selain itu, serapan komoditas di dukuh kami juga menjadi lebih beragam,” jelasnya.

Budi berharap program ini dapat terus diperluas. Saat ini, baru sebagian kecil hasil panen yang terserap oleh dapur MBG. Ke depan, ia berharap lebih banyak petani terlibat dan lebih banyak komoditas lokal yang dapat diserap.

“Program MBG ini sangat baik untuk dilanjutkan. Ke depan, mungkin bisa lebih dievaluasi agar kebutuhan dapur bisa semakin banyak menyerap produk kami. Ini sangat membantu,” ungkapnya.

Bagi Budi, MBG bukan sekadar program bantuan atau proyek pemerintah. Program ini menjadi jembatan yang menghubungkan ladang dengan dapur, petani dengan pasar, serta kerja keras dengan hasil yang lebih layak.

Di akhir perbincangan, ia menyampaikan harapan sederhana kepada Presiden Prabowo Subianto. “Terima kasih, Pak Prabowo Subianto. Semoga program MBG terus berlanjut. Panjang umur dan sehat selalu,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak