- Masyarakat Desa Tegalsambi, Jepara melaksanakan ritual tahunan Perang Obor pada 25 Mei 2026 sebagai bentuk sedekah bumi.
- Tradisi sejak abad ke-16 ini dipercaya sebagai sarana tolak bala serta simbol keselamatan warga desa setempat.
- Kegiatan budaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda tersebut mampu menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi.
Di sisi lain, Perang Obor juga menjadi bagian hidup masyarakat Tegalsambi yang terlibat langsung sebagai pelaku tradisi. Salah satunya Petruk, warga yang sudah mengikuti Perang Obor sejak tahun 2000 atau sekitar 26 tahun terakhir.
“Saya ikut Perang Obor mulai tahun 2000,” katanya.
Tak hanya dirinya, tradisi tersebut kini juga diteruskan anaknya sebagai generasi penerus keluarga. “Anak saya juga ikut. Ini tradisi turun-temurun,” ujarnya.
Ia berharap Perang Obor tetap lestari dan semakin dikenal luas tanpa kehilangan nilai budaya yang diwariskan leluhur.
Baca Juga:Jateng Berawan Hingga Hujan Ringan, BMKG Berikan Peringatan Dini di Berbagai Wilayah
Sebagai informasi, Tradisi Perang Obor sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020.