- Gubernur Ahmad Luthfi menyoroti kasus kekerasan seksual oleh pengasuh padepokan di Kabupaten Demak yang menjadi perhatian publik.
- Luthfi menekankan pentingnya peran aktif berbagai pihak untuk mencegah terjadinya kembali kasus kekerasan seksual di masa depan.
- Pemerintah daerah dan instansi terkait harus menjalankan penegakan hukum tegas terhadap pelaku agar memberikan efek jera maksimal.
SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret seorang pengasuh padepokan di Kabupaten Demak yang menjadi atensi publik.
Ia menegaskan, upaya pencegahan perlu terus dilakukan oleh berbagai elemen agar kasus serupa tidak terulang kembali.
"Semua komponen masyarakat harus ikut serta dalam rangka mencegah. Mencegah itu lebih bagus daripada menindak,” kata Luthfi di sela acara Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Berlian Semarang pada Senin, 8 Juni 2026.
Pencegahan itu perlu dilakukan oleh Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, maupun masyarakat. Mereka perlu mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing.
Baca Juga:Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
Walaupun demikian, upaya penegakan hukum untuk pelaku juga harus jalan, agar menimbulkan efek jera.
Sebelumnya, dugaan kekerasan seksual oleh pengasuh padepokan di Demak menjadi perhatian setelah korban melaporkan kasus tersebut.