- BMKG menyatakan cuaca panas akibat rendahnya curah hujan diperkirakan melanda Jawa Tengah hingga Oktober 2026.
- Petugas BMKG Giarto menyatakan peningkatan suhu terjadi karena posisi matahari melintasi wilayah Jawa pada September hingga Oktober.
- BMKG mengimbau warga Jawa Tengah mewaspadai dehidrasi serta menghindari pembakaran sampah atau lahan sembarangan untuk mencegah kebakaran.
Selain menjaga kondisi tubuh, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana selama periode curah hujan rendah.
Penggunaan air tanah maupun air untuk kebutuhan sehari-hari diharapkan dilakukan sesuai kebutuhan guna menjaga ketersediaan sumber daya air selama musim kering.
Jangan Sembarangan Membakar
Ancaman lain yang perlu diantisipasi selama kondisi kering adalah kebakaran. Lingkungan yang lebih kering membuat api lebih mudah menyebar apabila pembakaran dilakukan tanpa pengawasan.
Baca Juga:Kongres PSSI Jateng Memanas! 8 Anggota Komite Pemilihan dan Banding Mundur Jelang Hari H
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.
Jika pembakaran untuk kebutuhan tertentu tidak dapat dihindari, masyarakat diminta memastikan kegiatan tersebut dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Api juga harus dipastikan benar-benar padam setelah kegiatan pembakaran selesai.
“Dengan kondisi kekeringan, diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan, atau jika melakukan pembakaran sebaiknya dalam pengawasan,” pungkas Giarto.
Baca Juga:Investasi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Perbanyak Bantuan Bibit Pohon