- Sebanyak 276 orang di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis.
- Pemerintah Kabupaten Batang memastikan seluruh korban yang dirawat di rumah sakit kini kondisinya sudah mulai membaik.
- Pemerintah daerah meminta seluruh fasilitas kesehatan menampung korban serta akan menuntut pertanggungjawaban pihak distributor makanan.
SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 276 orang yang diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan mulai membaik setelah mendapat perawatan di rumah sakit maupun puskesmas.
Pemerintah Kabupaten Batang memastikan kondisi para korban terus dipantau, menyusul dugaan keracunan yang terjadi di sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi mengatakan sebagian korban masih menjalani perawatan, termasuk di RSUD Batang.
Ia bahkan memantau langsung kondisi pasien hingga Kamis pagi setelah sebelumnya melakukan pemantauan sampai malam hari.
Baca Juga:Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara
“Tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB saya memantau di RSUD Batang, tadi malam juga sampai pukul 23.45 WIB. Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik semua daripada sebelumnya,” kata Ida di Batang, Kamis (24/9/2026).
Bantah Ada Korban Meninggal
Ida sekaligus membantah informasi yang menyebut terdapat korban meninggal dunia akibat dugaan keracunan MBG tersebut.
Menurut dia, hingga Kamis pagi tidak ada laporan mengenai pasien yang meninggal dunia.
“Kalau ada laporan yang meninggal pasti saya langsung ditelepon. Belum meninggal pun pasti sudah ada telepon dan pagi ini pun, alhamdulillah justru kondisi mereka mulai membaik,” ujarnya.
Baca Juga:Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah penanganan ratusan korban yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Pemkab Batang kini masih menunggu perkembangan kondisi seluruh pasien sekaligus penanganan lebih lanjut terkait dugaan keracunan tersebut.
Semua Fasilitas Kesehatan Diminta Tampung Korban
Wakil Bupati Batang Suyono meminta seluruh rumah sakit maupun puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap membuka kapasitas untuk menampung korban.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG bisa segera memperoleh penanganan medis.
“Kami meminta semua rumah sakit dapat menampung semua korban agar mendapatkan penanganan medis,” kata Suyono.