- Sebanyak 276 orang di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis.
- Pemerintah Kabupaten Batang memastikan seluruh korban yang dirawat di rumah sakit kini kondisinya sudah mulai membaik.
- Pemerintah daerah meminta seluruh fasilitas kesehatan menampung korban serta akan menuntut pertanggungjawaban pihak distributor makanan.
Menurut dia, penanganan kesehatan korban menjadi prioritas pemerintah daerah saat ini.
Namun, persoalan tidak berhenti pada perawatan para korban. Pemkab Batang juga akan meminta pertanggungjawaban dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam distribusi makanan MBG.
“Jadi, perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama agar semoga kejadian ini yang terakhir kali,” ujarnya.
Distribusi MBG Menjangkau 11 Lembaga Pendidikan
Baca Juga:Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara
Dugaan keracunan tersebut terjadi di wilayah distribusi salah satu SPPG yang melayani sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang.
Terdapat 11 lembaga pendidikan yang masuk dalam area distribusi SPPG tersebut.
Masing-masing yakni TK Al Ikhlas, SD Negeri 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotaayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.
Dengan jumlah korban mencapai 276 orang, pemerintah daerah kini menghadapi dua agenda sekaligus, yakni memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan hingga pulih dan menelusuri persoalan di balik dugaan keracunan makanan tersebut.
Pemkab Batang juga menyatakan akan meminta pertanggungjawaban dari pihak SPPG terkait kejadian yang menimpa penerima manfaat MBG tersebut.
Baca Juga:Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!