- Sekitar 300 warga Kabupaten Batang diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis hingga Kamis (24/9/2026).
- Keterbatasan kamar membuat sebagian pasien dirawat di lorong rumah sakit dengan biaya ditanggung Pemkab Batang.
- Pemerintah daerah membantah adanya korban meninggal dan masih menunggu hasil investigasi laboratorium terkait penyebabnya.
Menurut Faiz, kebutuhan dasar pasien, termasuk tempat tidur, alat kesehatan, dan obat-obatan, tetap tersedia.
“Alhamdulillah semuanya mendapatkan bed, mendapatkan alat kesehatan yang cukup, dan obat-obatan dalam kondisi yang cukup,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan logistik obat di seluruh puskesmas tetap mencukupi untuk mendukung penanganan pasien.
Pemkab Bantah Ada Korban Meninggal
Baca Juga:Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran
Di tengah bertambahnya jumlah pasien dan kondisi rumah sakit yang penuh, beredar informasi mengenai adanya korban yang meninggal dunia.
Faiz membantah informasi tersebut.
“Tidak ada, tidak ada. Tidak ada yang meninggal dunia,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan medis terhadap seluruh warga yang diduga terdampak.
Selain memastikan pelayanan kesehatan berjalan, Pemkab Batang juga mengambil alih sementara biaya pengobatan para korban yang dirawat di rumah sakit.
Baca Juga:Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara
Penyebab Keracunan Masih Diselidiki
Meski jumlah korban terus bertambah, pemerintah daerah belum dapat memastikan sumber maupun penyebab dugaan keracunan tersebut.
Faiz mengatakan sampel makanan dan bukti klinis harus melalui pemeriksaan secara ilmiah di laboratorium.
Karena itu, Pemkab Batang masih menunggu hasil pengujian dari tim kesehatan dan tim investigasi.
“Sampel makanan dan bukti klinis harus dibuktikan secara ilmiah melalui prosedur laboratorium. Kita belum tahu (penyebab pastinya) karena itu nanti kewenangannya tim kesehatan dan tim investigasi untuk menentukan sumber keracunannya seperti apa,” jelasnya.