Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang, RS Sampai Penuh

Korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang capai 300 orang. RS penuh hingga pasien di lorong, Pemkab tanggung biaya dan pastikan tak ada korban jiwa.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 24 September 2026 | 15:20 WIB
Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang, RS Sampai Penuh
Bupati Batang Faiz Kurniawan sedang menegok korban dugaan keracunan makanan program MBG di Batang, Kamis (24/9/2026). [ANTARA/Kutnadi]
Baca 10 detik
  • Sekitar 300 warga Kabupaten Batang diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis hingga Kamis (24/9/2026).
  • Keterbatasan kamar membuat sebagian pasien dirawat di lorong rumah sakit dengan biaya ditanggung Pemkab Batang.
  • Pemerintah daerah membantah adanya korban meninggal dan masih menunggu hasil investigasi laboratorium terkait penyebabnya.

Menurut Faiz, kebutuhan dasar pasien, termasuk tempat tidur, alat kesehatan, dan obat-obatan, tetap tersedia.

“Alhamdulillah semuanya mendapatkan bed, mendapatkan alat kesehatan yang cukup, dan obat-obatan dalam kondisi yang cukup,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan logistik obat di seluruh puskesmas tetap mencukupi untuk mendukung penanganan pasien.

Pemkab Bantah Ada Korban Meninggal

Baca Juga:Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Di tengah bertambahnya jumlah pasien dan kondisi rumah sakit yang penuh, beredar informasi mengenai adanya korban yang meninggal dunia.

Faiz membantah informasi tersebut.

“Tidak ada, tidak ada. Tidak ada yang meninggal dunia,” tegasnya.

Ia memastikan pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan medis terhadap seluruh warga yang diduga terdampak.

Selain memastikan pelayanan kesehatan berjalan, Pemkab Batang juga mengambil alih sementara biaya pengobatan para korban yang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga:Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara

Penyebab Keracunan Masih Diselidiki

Meski jumlah korban terus bertambah, pemerintah daerah belum dapat memastikan sumber maupun penyebab dugaan keracunan tersebut.

Faiz mengatakan sampel makanan dan bukti klinis harus melalui pemeriksaan secara ilmiah di laboratorium.

Karena itu, Pemkab Batang masih menunggu hasil pengujian dari tim kesehatan dan tim investigasi.

“Sampel makanan dan bukti klinis harus dibuktikan secara ilmiah melalui prosedur laboratorium. Kita belum tahu (penyebab pastinya) karena itu nanti kewenangannya tim kesehatan dan tim investigasi untuk menentukan sumber keracunannya seperti apa,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini