- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah mengajak kaum muda memperkuat persatuan melalui tindakan kecil yang nyata.
- Bonus demografi usia produktif menuntut pengelolaan tepat agar pemuda mampu menjadi agen perubahan sosial dan teknologi.
- Momentum Sumpah Pemuda harus diimplementasikan melalui penyebaran informasi positif guna merawat persatuan dan melawan perpecahan bangsa.
SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengajak kaum muda untuk terus memperkuat rasa persatuan dan tanggung jawab sosial.
Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, ada banyak hal yang dapat dilakukan pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Semua dimulai dengan langkah kecil, tidak perlu melakukan hal yang besar. Mulai dengan melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita masing-masing,” ungkapnya.
Pemuda sendiri, lanjut Kakung, memiliki peranan penting dalam pembangunan, di mana pemuda merupakan sumber daya dan agen utama dalam perubahan sosial, pembangunan ekonomi, dan inovasi teknologi.
Baca Juga:25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat
“Peran pemuda untuk melindungi kesatuan bangsa adalah dengan menginisiasi gerakan-gerakan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kepentingan membangun kesatuan serta meredusir isu-isu propaganda yang berpotensi menimbulkan perpecahan,” terangnya.
Kakung menambahkan, bonus demografi yang terjadi saat ini menunjukkan jumlah usia muda produktif yang melimpah. Kondisi yang demikian selain membawa berkah juga pasti ada masalah yang membuntuti.
"Jika tidak dikelola dengan tepat masalah akan semakin bertambah karena tidak adanya kebijakan yang mengakomodir semua kebutuhan generasi muda," jelasnya.
Dengan kemudahan akses terhadap dunia digital, generasi muda dapat memberikan informasi positif dan membentuk citra positif di tengah masyarakat yang seringkali mendapat informasi negatif dan cenderung memberikan dampak perpecahan.

"Hal ini selaras dengan makna Sumpah Pemuda di era modern, bahwa generasi muda memikul tanggung jawab tentang merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui penyebaran informasi dan konten positif, menjaga toleransi, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan merupakan aksi nyata dari implementasi Sumpah Pemuda di era modern," kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga:Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen
Kakung mengakui, pembangunan karakter pemuda adalah proses jangka panjang yang harus dimulai sejak dini. Atas dasar itu, katanya, momentum Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni, tetapi awal untuk membentuk generasi yang memiliki daya tahan, empati, dan rasa cinta tanah air.
“Ke depan, persaingan global sangat luar biasa. Karena itu, harus terus kita bangun fondasinya sekarang, bagaimana menjadi pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati,” ungkapnya.
Kakung pun menekankan pentingnya ketangguhan moral dan sosial generasi muda, terutama di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi sosial.
“Pemuda dan pemudi Indonesia harus cinta bangsa dan cinta Tanah Air, tidak mudah dipecah belah. Mereka harus gigih meningkatkan kemampuan, bersaing, dan bekerja keras. Inilah pemuda-pemudi harapan kita," tegasnya.