- PP IPNU dan IPPNU menemui Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pada 3 November 2026 guna membahas sinergi penyelenggaraan kongres.
- Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU dijadwalkan berlangsung di Ponpes Darul Amanah, Kendal, pada 26–30 November 2026.
- Forum nasional tersebut bertujuan memilih ketua umum baru serta memperkuat kaderisasi kepemimpinan muda menuju Indonesia Emas 2045.
SuaraJawaTengah.id - Kongres XXI Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Kongres XX Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Forum nasional tersebut juga diarahkan menjadi momentum memperkuat kaderisasi dan menyiapkan calon pemimpin muda menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Kongres yang akan berlangsung pada 26–30 November 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, itu nantinya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi sekaligus pemilihan ketua umum baru IPNU dan IPPNU.
Persiapan penyelenggaraan kongres tersebut mulai dimatangkan melalui audiensi Pimpinan Pusat (PP) IPNU dan IPPNU dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gubernuran Jawa Tengah, Selasa (3/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua organisasi pelajar NU membahas dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyukseskan penyelenggaraan kongres.
Baca Juga:Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kongres menjadi ruang konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, sekaligus regenerasi kepemimpinan pelajar Nahdlatul Ulama.
"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan IPNU dan IPPNU," tuturnya.
Ia berharap kongres tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan gagasan dan rekomendasi konstruktif bagi pembangunan daerah, terutama dalam pengembangan kualitas generasi muda.
"Kami berharap seluruh rangkaian kongres dapat berjalan lancar dan membawa manfaat, baik bagi organisasi maupun masyarakat Jawa Tengah," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU Muhammad Agil Nuruzaman menjelaskan, rangkaian kongres akan diawali dengan registrasi peserta pada 26 November, dilanjutkan pembukaan pada 27 November. Agenda kemudian berlanjut dengan sidang-sidang organisasi hingga pemilihan ketua umum baru.
Baca Juga:Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
Menurut Agil, penyelenggaraan kongres di Jawa Tengah memiliki nilai historis tersendiri bagi perjalanan IPNU. Pasalnya, organisasi tersebut lahir di Semarang dan sejumlah keputusan penting organisasi juga pernah ditetapkan di Jawa Tengah.
"Jawa Tengah memiliki sejarah besar yang bisa dibanggakan dan juga bisa diteruskan serta dilestarikan," ungkapnya.
Agil menambahkan, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. Pihaknya berharap kolaborasi dapat terjalin tidak hanya dengan pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat.
"Kami tidak bisa berdiri sendiri tanpa kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah," ujarnya.
Lebih jauh, Agil menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, organisasi pelajar seperti IPNU memiliki ruang strategis untuk mengambil bagian dalam agenda tersebut melalui penguatan kaderisasi dan pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda.