SuaraJawaTengah.id - Kampanye Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah dibanjiri puluhan ribu warga wilayah tersebut.
Dalam kampanye yang digelar di Lapangan Sasana Krida, Kamis (4/4/2019), mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengampanyekan tiga kartu sakti andalannya.
Saat mengenalkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Jokowi sempat bercerita mengenai kesulitan dan ketakutan yang dialaminya untuk bisa sekolah.
"Saya dulu waktu kecil, orang tua saya miskin karena hidup kita di bantaran kali. Ketakutan saya semasa kecil adalah tidak bisa sekolah dan tidak bisa kuliah," katanya di hadapan puluhan ribu pendukungnya.
Dengan berlatar belakang kehidupannya itu, Jokowi berharap dengan keberadaan KIP Kuliah bisa membuat anak-anak Indonesia mengenyam pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi
"Sekarang sudah ada KIP untuk SD dan SMA. Oleh sebab itu, sekarang dengan adanya KIP Kuliah anak-anak kita bisa kuliah baik di akademi, di universitas, di dalam negeri maupun di luar negeri," jelas Jokowi.
Selain KIP Kuliah, Jokowi juga menjelaskan Kartu Pra Kerja yang diharapkan bisa mengantarkan lulusan SMA, SMK hingga perguruan tinggi untuk mendapat pelatihan dan bisa terserap di dalam dunia kerja.
"Kartu Pra Kerja diberikan kepada lulusan SMA, SMK, akademi, perguruan tinggi, atau keluaran perusahaan agar dapat pelatihan, sehingga bisa langsung masuk ke dunia kerja, industri, dan kantor,” jelasnya.
Selain itu, Jokowi juga menjelaskan manfaat dari Kartu Pra Kerja yang mencakup insentif honor jika belum mendapat pekerjaan walau sudah mengikuti pelatihan.
Kartu terakhir yang diperkenalkan, merupakan Kartu Sembako Murah. Jokowi mengatakan pemegang kartu tersebut akan diberi diskon besar saat membeli beli beras, minyak, gula. Meski begitu, Jokowi mengatakan ketiga program tersebut, belum bisa dimulai tahun ini.
Baca Juga: PBSI Janji Turunkan Skuat Terbaik di Sudirman Cup 2019
"Karena ini program capres (calon presiden), tiga kartu ini dimulai masih tahun depan. Tahun ini disiapkan anggarannya," katanya.
Berita Terkait
-
Jokowi Hanya Kalah Wibawa dari Prabowo dalam Survei LSI Denny JA
-
Sudah Difitnah Menangkan Jokowi, Menlu Retno Ogah Polisikan Rizieq Shihab
-
Ma'ruf Amin ke Warga Madura: Kata Kiai, Pilih yang Ada Ulamanya
-
Prabowo: Kapan Lagi Putra Purwokerto Masuk Istana
-
Tangkis Kabar Sakit, Ma'ruf Amin Tetap Berkampanye di Pulau Madura
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Detik-detik Penangkapan Kiai Cabul Pati, Tak Berkutik saat Sembunyi di Wonogiri
-
Akhir dari Pelarian Kiai Cabul, Ashari Diringkus di Wonogiri
-
Duh! Oknum PNS Kejari Blora Gelapkan Mobil Rental, Digadai Rp17 Juta Buat Foya-foya?
-
Vonis 14 Tahun Penjara! Hakim Semprot Bos Sritex: Tak Merasa Bersalah Korupsi Rp1,3 T
-
Bos Sritex Divonis 12 Tahun Penjara! Terbukti 'Cuci Uang' Hasil Korupsi Rp1,3 Triliun