SuaraJawaTengah.id - Polisi menemukan fakta baru di balik kasus tewasnya Sugimin, Caleg Partai Golkar yang dibunuh calon doktor bernama Nurhayati Kustanti dengan memakai racun tikus. Dari pengungkapan kasus ini, motif Nurhayati membunuh Sugimin karena dipaksa untuk menyiapkan uang sebesar Rp 750 juta.
Kepada polisi, dosen perguruan tinggi di Kediri itu mengaku Sugimin memintatnya untuk menyiapkan 15.000 lembar amplop masing-masing diisi uang Rp 50 ribu. Uang ratusan juta yang diminta korban diduga untuk keperluan serangan fajar pada pemilu 2019.
Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati seperti mengungkapkan Nurhayati membunuh Sugimin karena merasa terus ditekan untuk menyiapkan uang senilai Rp 750 juta.
Jika tak memenuhinya, Sugimin mengancam akan menculik anak Nurhayati yang berusia delapan tahun. Sugimin meminta uang itu untuk memenuhi kebutuhannya dalam kontestasi memperebutkan kursi di DPRD Sragen.
Nurhayati sulit memenuhi permintaan Sugimin karena nilainya cukup besar. Namun, Sugimin terus menekan agar Nurhayati segera memenuhinya. Sugimin meminta uang tak hanya sekali. Sebelumnya, Sugimin meminta uang Rp10 juta.
“Pada Kamis, 11 April, kebetulan korban datang ke rumah tersangka dalam kondisi diare. Lalu tersangka punya ide membunuh korban dengan racun yang diletakkan dalam kapsul obat diare merek Diapet. Total ada empat kapsul berisi racun tikus yang diminumkan kepada korban,” kata dikutip Solopos.com--jaringan Suara.com, Kamis (25/4/2019).
Sebagaimana diinformasikan, Sugimin diberi racun hingga tiga kali oleh Nurhayati selama lima hari mereka bersama. Pada pemberian racun yang pertama dan kedua, Nurhayati membawa Sugimin ke rumah sakit untuk diobati.
Kali terakhir, Sugimin juga dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia pada Selasa (16/4/2019) dini hari.
Dalam kasus ini, Nurhayati telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Sangkaan lain yang dikenakan terhadapnya, yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Dari penerapan pasal berlapis itu, Nurhayati terancam hukuman penjara seumur hidup.
Baca Juga: KPU Bantul Sebut Jumlah DPT Untuk PSU Capai 3.093 Pemilih
Berita Terkait
-
Caleg Golkar Dibunuh, Calon Doktor Campur Racun Tikus ke Kapsul Diare
-
Dapat Amplop Serangan Fajar, Orang Ini Malah Ingin Mengembalikannya
-
Lazimnya Serangan Fajar, Warga Pandeglang Malah Menanti Amplop Pemilu
-
Caleg Golkar Dibunuh Pakai Racun Tikus, Ini Raihan Suara Sementara Sugimin
-
Sangkal Politik Uang, PKS: Caleg Ali Hanya Ganti Biaya Konsumsi Emak-emak
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
7 Tempat Wisata di Purbalingga yang Pas Dikunjungi Saat Libur Panjang Isra Miraj 2026
-
BRI Slawi Perkuat Kepedulian Sosial dan Solidaritas Komunitas Lokal
-
Relawan Ungkap 7 Kejanggalan hingga Dugaan Mistis Dalam Penemuan Syafiq Ali di Gunung Slamet
-
Tragedi Gunung Slamet: Syafiq Ali Ditemukan Tewas Setelah 16 Hari Pencarian Dramatis
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang