SuaraJawaTengah.id - Kerap dianggap menjadi sarang penyakit masyarakat, Resosialisasi (Resos) Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning kini berada di ambang senja. Kabarnya, bengkel berahi yang mulai ramai dikunjungi sejak Tahun 1963 ini akan ditutup Agustus mendatang.
Eni (30) tak bisa menutup rasa kecewanya mendengar kabar tempatnya menggantungkan hidup selama ini bakal ditutup pada 17 Agustus 2019 mendatang. Meski baru dua tahun hidup di Resosialisasi Argorejo atau lebih dikenal dengan Lokalisasi Sunan Kuning, Eni merasa lahan penghidupannya untuk menafkahi dua anaknya akan lenyap.
"Semisal ini benar-benar ditutup, apa wali kota tidak memikirkan anak-anak masih kecil? anak-anak bisa sekolah? kuliah? bisa lulus jadi sarjana? karena dari awal (kami) memang bekerja dari sini," kata Eni, usai sosialisasi penutupan lokalisasi di Aula RW 4 Resos Argorejo Kalibanteng Kulon, Semarang, Selasa (18/6/2019).
Meski dijanjikan kompensasi pesangon dari Pemerintah Kota Semarang sebesar Rp 5,5 juta, Eni mengaku jumlah tersebut terlalu kecil dibanding pendapatannya bekerja sebagai bengkel pemuas nafsu hidung belang alias pekerja seks komersil (PSK). Bagi Eni, keberadaan Lokalisasi Sunan Kuning, justru membuat Kota Semarang aman dari tindak kriminal perkosaan dan penyakit seksual menular.
"Kalau tidak ada prostitusi seperti di sini, yang di luar-luar pasti banyak pemerkosaan, kayak istri ada anak sambung, bapak sambung. Jalan keluarnya pasti anak-anaknya sendiri dong, ya boleh ditutup tapi jangan spontan, itu susah," jelasnya.
Perempuan asal Wonogiri itu juga menolak rencana pemberian pesangon Rp 5,5 juta dari pemerintah. Uang itu terlalu kecil untuk memulai sebuah usaha baru.
"Tapi kalau langsung dilepas susah, dengar-dengar cuma dikasih uang saku Rp 5 juta, tidak cukup. Lima juta buat apa? sehari buat makan Rp 100 ribu mentok, terus dikasih Rp 5 juta bisa buat apa?," bebernya.
Dari peminjaman ruko itu, sambungnya, bisa untuk mengumpulkan modal, ditabung, dan mendirikan usaha kembali. Ruko itu akan dikembalikan kepada Pemkot Semarang.
PSK lainnya, TI (26), mengaku pasrah jika harus dipulangkan ke kampung halamannya. Menurutnya, penutupan lokalisasi tidak menjamin dunia prostitusi hilang dari Kota Semarang
Baca Juga: Mereka yang Mengais Rezeki dari Efek Bisnis Esek-esek Sunan Kuning
"Lihat saja nanti bertebaran di pinggir jalan, panti pijat marak. Sekarang juga gampang kok, bisa lewat online," katanya.
Perempuan asal Jawa Timur itu juga khawatir, penutupan Sunan Kuning bisa menimbulkan dampak penyakit sosial lainnya pun kasus pemerkosaan dikhawatirkannya banyak terjadi.
"Pelanggan yang biasa ke sini, ditutup, dia mau lampiaskan kemana? ada wanita di jalan bisa jadi korban, malah pemerkosaan," jelasnya.
Pengelola Resos Argorejo yang sekaligus Ketua RW 4 Kalibanteng Kulon, Suwandi meminta Pemkot Semarang memperhatikan warga binaan dan masyarakat sekitar yang hidup dari keberadaan Lokalisasi Sunan Kuning.
"Agar anak-anak bisa sekolah, tidak jadi preman. Selama saya kelola sudah ada yang lulus haid sarjana, jadi jangan buat warga kami sengsara," ujarnya.
Dibawah kendali Suwandi, ada sekitar 177 usaha wisma karaoke dengan 476 warga binaan para pekerja seks (PSK). Warga sekitar juga telah dihidupi dari efek bisnis lokalisasi berupa warung makan, kelontongan, penatu, salon, dan lainnya.
Berita Terkait
-
Mereka yang Mengais Rezeki dari Efek Bisnis Esek-esek Sunan Kuning
-
PSK Sunan Kuning Bakal Dapat Pesangon Rp 5,5 Juta Dari Pemkot Semarang
-
Sunan Kuning Ditutup, Pengelola Resos: WPS Jangan Dibuat Sengsara
-
Jadi Sarang PSK, Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Ditutup Sebelum Agustusan
-
Makam Ulama Sunan Kuning yang Terpinggirkan Popularitas Lokalisasi
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Perbaiki Pencahayaan, Kontras, dan Warna Secara Mulus Melalui Alat Peningkat Video
-
Bukan Sekadar Bantuan, BRI Ungkap Strategi Jitu Perkuat Ekonomi Desa Lewat Program Desa BRILiaN
-
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati Sudewo, Kasus Korupsi Makin Terkuak!
-
Banjir Landa Pantura Pati-Juwana: Hindari Kemacetan dengan Jalur Alternatif Ini!
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari