Bangun Santoso
Minggu, 07 Juli 2019 | 11:39 WIB
Adik ipar Sutopo Purwo Nugroho, Ahmad Jatmiko di kediaman orang tua Sutopo di Boyolali, Jawa Tengah. (Suara.com/Ari Purnomo)

SuaraJawaTengah.id - Sebelum meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) di Guangzhou, China, mendiang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho (50) sempat mengungkap keinginannya kepada keluarga.

Pria yang akrab disapa pak Topo ini sempat mengungkapkan keinginannya untuk segera pulang ke Indonesia. Permintaan itu disampaikan kepada pihak keluarga lebih kurang seminggu yang lalu.

Hal itu diungkapkan oleh adik ipar Sutopo, Ahmad Jatmiko (50) kepada Suara.com, Minggu (7/7/2019).

Menurut Jatmiko, Sutopo Purwo Nugroho setelah menjalani perawatan di Guangzhou mengaku sudah merasa sehat.

"Jadi dia (Sutopo) ingin agar cepat pulang (kembali ke Indonesia). Tetapi, keinginan itu tidak bisa dilakukan," katanya.

Hal itu lantaran, dari pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter, kondisi Sutopo Purwo Nugroho masih belum stabil.

"Sehingga keinginan dari almarhum itu tidak bisa dilakukan. Karena dokter melarang," kata Jatmiko.

Jatmiko menambahkan, Sutopo sudah menjalani perawatan akibat kanker paru-paru stadium empat di Guangzhou, China lebih kurang satu bulan. Hal itu dilakukan karena pengobatan di dalam negeri maupun di beberapa negara disebut sudah tidak bisa menanganinya.

"Dari usulan beberapa pihak agar dibawa ke China untuk pengobatan," kata Jatmiko.

Baca Juga: Kepala BNPB Nilai Almarhum Sutopo sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Untuk diketahui, Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia saat menjalani pengobatan di Guangzhou, China akibat kanker paru-paru yang terdeteksi sejak Desember 2017 lalu.

Kontributor : Ari Purnomo

Load More