Bangun Santoso
Minggu, 07 Juli 2019 | 14:34 WIB
Ilustrasi mendiang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Suara.com/Ema Rohimah)

SuaraJawaTengah.id - Kematian Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho (50) meninggalkan banyak kenangan di mata tetangganya di Boyolali, Jawa Tengah. Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Ketua RW 9, Surodadi, Siswodipuran, Boyolali Hadi Tri Winarno (60).

Meskipun selama ini, Hadi mengaku jarang bertemu dengan almarhum Sutopo Purwo Nugroho, tetapi saat Sutopo mudik ke kampung halamannya, pasti meninggalkan kesan tersendiri.

"Selama ini pak Sutopo ini kan jarang di rumah Boyolali, sejak menikah beliau langsung pindah ke Jakarta. Tapi kalau pas pulang selalu bersosialisasi, dia mempunyai semangat yang sangat tinggi," ujar Hadi saat ditemui di rumah duka, Minggu (7/7/2019).

Menurut Hadi, bahkan saat Sutopo divonis mengidap kanker paru-paru, semangatnya tidak pernah berubah. Hadi melihat, Sutopo seakan melupakan kondisi tubuhnya saat melakukan kegiatan di rumah atau di kampung.

"Dia itu selalu bersemangat, dan melupakan kondisinya sendiri. Dia mengorbankan dirinya untuk negara ini. Dulu pas pulang ke Boyolali, banyak temannya yang juga datang ke rumah," ungkap Hadi.

Hadi sendiri sempat terkejut saat mendapatkan kabar dari orang tua Sutopo, Suharsono, bahwa kondisi Sutopo sedang kritis.

"Kebetulan ayahnya Sutopo juga sebagai RT 7 di kampung ini, dan saya diberitahu kalau kondisi anaknya sedang kritis, kemarin," kata Hadi.

Rencananya, almarhum Sutopo Purwo Nugroho akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sonolayu Boyolali. TPU ini berjarak lebih kurang 500 meter dari rumah kediaman orang tua Sutopo.

Kontributor : Ari Purnomo

Baca Juga: Sutopo BNPB Meninggal Dunia, Polri Kehilangan Sosok Panutan

Load More