SuaraJawaTengah.id - Saminah (52) dan ketiga anaknya memperagakan 18 adegan saat menjalani prarekonstruksi kasus pembunuhan terhadap satu keluarga yang mayatnya dikubur di kediaman Misem di Desa Pasinggangan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Empat korban pembunuhan itu masih memiliki hubungan keluarga dengan para tersangka.
"Secara umum ada 18 adegan. Prarekonstruksi ini tujuannya untuk meyakinkan kami selaku penyidik terkait dengan pasal yang kita sangkakan, kemudian peran dari keempat tersangka," kata Kepala Unit III Satreskrim Polres Banyumas Ipda Rizky Adhiansah Wicaksono di sela prarekonstruksi yang digelar di rumah Misem, Rabu (28/8/2019).
Dalam hal ini, Misem merupakan ibu dan nenek dari keempat tersangka maupun korban pembunuhan yang terjadi pada tanggal 9 Oktober 2014 dan baru terungkap setelah kerangka keempat korban ditemukan pada tanggal 24 Agustus 2019.
Keempat korban pembunuhan tersebut terdiri atas Supratno (usia saat dibunuh 51 tahun) yang merupakan anak pertama Misem, Sugiono (46) anak kedua Misem, Heri (41) anak kelima Misem, dan Vivin (21) anak dari Supratno.
Sedangkan keempat tersangka terdiri atas Saminah (52) beserta tiga anaknya, yakni Irfan (32), Putra (27), dan Saniah (37). Tersangka Saminah merupakan anak kedua dari Misem.
Lebih lanjut, Rizky mengatakan dalam prarekonstruksi tersebut, pihaknya ingin mengetahui siapa yang menjadi tersangka utama, siapa yang turut membantu, dan siapakah yang menghilangkan barang buktinya.
Dari hasil prarekonstruksi tersebut, kata dia, pelaku pembunuhan ada tiga orang, yakni Irfan, Putra, dan Saminah, sedangkan Saniah membantu menjual sepeda motor para korban beserta laptop-nya.
"Untuk jumlah tersangka tetap empat (orang), namun kami tidak tahu dalam proses penyidikan nantinya seperti apa. Namun, untuk sementara kami pastikan hanya empat orang," ucapnya.
Baca Juga: Temuan Tengkorak di Banyumas, Dipicu Masalah Warisan Tanah 22 Ubin
Sementara dari pantauan ANTARA di sekitar lokasi prarekonstruksi, sejumlah adegan yang diperagakan tersangka Irfan, Putra, dan Saminah di luar rumah Misem antara lain penyiapan lubang untuk mengubur para korban di belakang rumah itu hingga proses penguburannya, sedangkan adegan pembunuhan terhadap keempat korban diperagakan di dalam rumah.
Selain itu, dalam prarekonstruksi juga diperagakan adegan perencanaan pembunuhan tersebut di dalam rumah Saminah yang berjarak sekitar 5 meter sebelah barat rumah Misem, termasuk adegan ketika Saminah menemui warga yang datang ke rumahnya.
Prarekonstruksi tersebut menarik perhatian ratusan warga sehingga mereka memadati sekeliling rumah Misem. Bahkan ketika tersangka Irfan dan Putra memeragakan adegan mengubur jenazah keempat korban di belakang rumah Misem, puluhan warga nekat menerobos garis polisi. (Antara).
Tag
Berita Terkait
-
Prarekonstruksi Gaduh, Tersangka Kasus 4 Tengkorak Keluarga Disoraki Warga
-
Alasan Pelaku 5 Tahun Tutupi Aksi Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas
-
Sembunyikan Bekas Pembunuhan, Pelaku Jaga Agar Misem Tak Pulang ke Rumah
-
Terlibat Kasus Pembunuhan di Banyumas, Ini Ancaman Masing-masing Tersangka
-
Temuan Tengkorak di Banyumas, Barang Bukti Dikubur Dekat Lokasi
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin