SuaraJawaTengah.id - Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka serius maju dalam Pilkada Solo 2020.
Gibran rencananya maju sebagai calon wali kota melalui PDI Perjuangan. Hal ini dibuktikan dengan pendaftaran yang dilakukan Gibran ke kantor DPC PDIP, Senin (23/9/2019) siang.
Gibran tiba di kantor DPC PDIP Brengosan, Laweyan, Solo, sekitar pukul 13.52 WIB. Gibran naik mobil Toyota Mitsubishi Pajero Sport AD 7777 VA.
Seperti saat bertemu dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Gibran mengenakan kemeja bergambar pahlawan Nasional.
Di kantor DPC, Gibran disambut oleh Ketua PAC PDIP Banjarsari, Joko Santoso. Setelah mengisi buku tamu, Gibran langsung menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan untuk menjadi anggota PDIP. Joko lantas melakukan pengecekan dokumen yang dibawa Gibran.
"Karena Mas Gibran ini warga Banjarsari jadi yang menerimanya, Ketua PAC Banjarsari. Jadi yang mengurusi KTAnisasi mas Gibran ke DPC saya. Dan ini sudah ada persetujuan dari ranting. Ini sudah lengkap, " kata Joko seusai mengecek dokumen Gibran.
Selanjutnya, Gibran menyampaikan mengenai tujuannya datang ke kantor DPC PDIP Solo, yakni untuk mendaftar sebagai kader PDIP sekaligus mengambil formulir pendaftaran bakal calon wali kota.
"Saya ingin mendaftar dan sekaligus mengambil formulir pendaftaran sebagai calon wali (Cawali) Kota Solo," terangnya kepada Joko Santoso.
Tetapi, Joko tidak bisa memberikan formulir mengingat yang menangani untuk pendaftaran bukanlah dirinya. Yang menangani untuk penjaringan adalah Ketua Tim Seleksi dan Rekrutmen PDIP Solo, Putut Gunawan.
Baca Juga: Belasan Spanduk Dukungan untuk Gibran di Solo Disita Satpol PP, Ada Apa?
Gibran Rakabuming Raka mengenakan kemeja bergambar pahlawan saat mendaftar anggota di kantor DPC PDIP. Desain kemeja Gibran di antaranya bergambar Soekarno, Hatta, Oemar Said Tjokroaminoto, Pattimura, I Gusti Ngurah Rai, Martha Kristina Tiahahu, dan juga sejumlah pahlawan lainnya. Baju lengan pendek dengan warna putih tulang itu juga terdapat tulisan Indonesia Raya dan juga sejumlah burung.
Saat ditanya mengenai jumlah baju yang yang dikenakannya, Gibran mengaku, jumlahnya cukup banyak. Tetapi, dia tidak mengatakan secara rinci berapa jumlah baju tersebut.
"Jumlahnya banyak," jawab Gibran.
Gibran mengatakan, bahwa baju tersebut memang didesain sendiri. Tetapi, yang membuat baju tersebut adalah temannya. Dan dia tidak mengatakan secara pasti teman yang membuat baju itu.
"Saya sendiri yang membuatnya, teman saya yang membuatnya," katanya.
Sebelumnya Gibran juga seolah memberikan sinyal bahwa baju itulah yang disiapkannya untuk kampanye Pilwalkot 2020 mendatang. Pasalnya Gibran secara tersirat menyebut bahwa masyarakat akan lebih sering melihatnya mengenakan baju itu.
Berita Terkait
-
Belasan Spanduk Dukungan untuk Gibran di Solo Disita Satpol PP, Ada Apa?
-
Tak Peduli Anak Jokowi, Satpol PP Copot Spanduk Ilegal Gibran
-
Spanduk "Gibran Solo Masa Depan" Ramai Bertebaran di Solo
-
Kaesang Ketawa Lihat Spanduk Gibran yang Bertuliskan Solo Masa Depan
-
Gibran Sebut Solo Butuh Sentuhan Anak Muda, Isyarat Maju Pilwalkot 2020?
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah