SuaraJawaTengah.id - Beredar video yang menunjukkan seorang pria bagi-bagi masker kepada pengendara motor di sebuah lampu merah di Boyolali, Jawa Tengah. Rekaman kamera CCTV itu tersebar luas di Twitter.
Warganet memuji aksi pria tersebut lantaran saat ini banyak pihak yang menimbun masker.
Akun Twitter @Jateng_Twit mengunggah ulang video tersebut pada Selasa (3/3/2020). Rekaman ini berasal dari cuitan @kurniawanuzy18.
Video berdurasi 12 detik tersebut memperlihatkan seorang pria, masih mengenakan helm, berjalan di sela-sela pengendara motor yang berhenti di lampu merah. Pria tersebut terlihat membagikan masker secara gratis untuk pengguna jalan.
Ini merupakan rekaman video dari petugas pengawas CCTV. Terlihat di pojok layar menunjukkan tanggal kejadian yaitu 3 Maret 2020.
Terdengar beberapa orang di ruangan pengawas CCTV ini memuji sikap pria yang bagi-bagi masker.
"Baik banget ya?" kata seseorang dalam bahasa Jawa di video tersebut.
Orang lain berkata, "Dia (pemotor) senang, cari (masker) susah kok."
"Aku kalau punya (masker) di rumah tak jual harga biasa saja," ucap pria lainnya.
Baca Juga: Komentari Virus Corona, Billy Syahputra: Ini Sabotase Sengaja Diciptakan!
Aksi pria ini diduga terjadi di sekitar Pasar Sunggingan, Boyolali.
Dalam unggahan itu akun @Jateng_Twit menulis, "Patut dicontoh! Alhamdulillah di tengah para penimbun masker masih ada orang yang kek gini juga, panjang umur hal-hal baik. Lokasi Pasar Sunggingan, Boyolali #merapi".
Pantauan Suara.com, hanya dalam waktu satu jam sejak diunggah, video tersebut telah disaksikan lebih dari 28 ribu kali. Warganet memberi 1.700 like dan 999 retweet di sana.
Saat dihubungi Suara.com, Fauzy Kurniawan, pemilik akun @kurniawanuzy18, mengatakan bahwa video itu didapatkannya dari kiriman teman melalui aplikasi Whatsapp. Ia juga membenarkan bahwa kejadian dalam rekaman itu terjadi di Pasar Sunggingan, Boyolali.
Warganet lain juga mendoakan kebaikan pria dalam video viral tersebut.
"Panjang umur, lancar rezeki, dan sehat selalu Bapak," komentar dari @m_yusup__.
Berita Terkait
-
Masker di Sleman Kian Menipis, Dinkes Prioritaskan ke Pasien ISPA
-
Wisata Jip Masih Jalan Terus Meski Merapi Baru Saja Erupsi
-
Panic Buying! Ini Barang Paling Dicari Setelah Indonesia Positif Corona
-
Pengakuan Penjual Masker: Biasa Rp 20 Ribu Sekotak, Kini Jadi Rp 250 Ribu
-
Redam Panik, Pemerintah Singapura Berikan Masker Secara Gratis
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Rumah BUMN Rembang Semen Gresik Bersama Pemkab Rembang Realisasikan Program Plangisasi
-
Kemarau Belum Puncak, Ratusan Warga di Lereng Gunung Slamet Sudah Kesulitan Air Bersih
-
Rupiah Melemah, Perajin handicraft Temanggung Cari Peluang di Pasar Global
-
Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Minta Warga Waspadai Perubahan Cuaca