Keduanya terdaftar di program pengentasan kemiskinan berupa bantuan pangan nontunai (BPNT) namun tidak terdaftar PKH karena tak memiliki KTP.
Meskipun begitu, Suyadi berharap ada bantuan dana untuk membangun rumah yang layak bagi keduanya.
“Mereka ada hak di tanah warisan ini. Kalau ada dana, nanti niatnya saya bangunkan rumah yang layak jadi satu tapi dua kamar. Kami masih menunggu [ada dana],” beber dia.
Bantuan RTLH
Terpisah, Kades Ngasem, Karanganyar, Jombor Setiawan, mengatakan sudah mencoba mendaftarkan Suyati dan Suyatmi dalam program pengentasan kemiskinan berupa bantuan rehab RTLH ke Pemprov Jateng.
Pemerintah desa juga mengajukan bantuan ke Baznas untuk membantu agar Suyatmi dan Suyati mendapat hunian yang lebih layak.
“Kemarin kan sudah dicek pemerintah kecamatan karena sebelumnya itu mereka susah mendapat bantuan. Belum punya KTP dan KK. Sekarang kan sudah diurus, jadi kami ajukan bantuan. Semoga saja dapat nanti,” kata dia.
Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Dwi Adi Susilo, mengatakan akan mengusahakan secara maksimal membantu Suyati dan Suyatmi supaya terangkat dari kemiskinan dan hidup layak.
Dia prihatin lantaran saat dicek ke lokasi kondisi bangunan sudah dianggap berbahaya dan tidak layak.
Baca Juga: Komedian Ini Nekat Tinggal di Kandang Anjing
“Status tanah saat kami cek juga ternyata mereka berdua masih punya hak warisan. Itu kenapa kami berani mengusahakan bantuan untuk mereka,” ucap dia.
Sekarang Dwi baru bisa mengusahakan bantuan uang dan sembako. Untuk bantuan rumah masih dalam proses karena harus dibuatkan KTP dulu.
"Nanti kami ajukan bantuan RTLH. Kalau tidak bisa kami akan berusaha menggandeng CSR untuk membantu, tadi beberapa sudah kami hubungi," kata dia.
Berita Terkait
-
Musim Corona, Ganjar Marah Jateng Tak Punya Lab Khusus Penyakit Infeksi
-
Cuaca Ekstrem, Banjarnegara Dikelilingi Longsor, Ini Lokasinya
-
Anak Tuna Netra Minta Kartu Khusus Disabilitas kepada Gubernur Jateng
-
Apresiasi Guru Agama, Pemprov Jateng Alokasikan Insentif Rp 253,7 Miliar
-
Jual Masker dengan Harga 10 Kali Lipat di Facebook, Tiga Pelaku Ditangkap
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama