SuaraJawaTengah.id - Suara ayat-ayat surat Yasin menggema di rumah Didi Kempot. Jenazah Didi Kempot disemayamkan di rumahnya di Jalan Mataram Nomor 6 Banyuanyar, Banjarsari, Solo.
Pelayat Didi Kempot wajib pakai masker dan mencuci tangan pakai hand sanitizer. Hand sanitizer disediakan oleh keluarga.
Kediaman Didi Kempot mulai didatangi puluhan pelayat. Ada beberapa keluarga yang datang dan mulai membaca Surat Yasin di ruang utama kediaman Didi Kempot.
Kediaman Didi kempot di kediaman Didi Kempot di Jalan Mataram Nomor 6 Banyuanyar, Banjarsari, Solo.
Gang menuju kediamannya dijaga aparat kepolisian. Di depan rumah, pihak keluarga menyediakan hand sanitizer bagi pelayat yang berdatangan.
Selain itu, semua pelayat diwajibkan memakai masker. Pihak keluarga memastikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona berjalan, meski untuk jaga jarak sulit diterapkan karena banyaknya pelayat.
Biografi Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart
Didi Kempot dikenal sebagai The Godfather of Broken Heart, belum lama Didi Kempot menyandang status itu. Kini Didi Kempot meninggal dunia.
Didi Kempot, pemilik nama asli Dionisius Prasetyo, meninggal dunia pada usia 53 tahun pukul 07.30 WIB di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, Selasa. Didi Kempot akan dimakamkan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Baca Juga: Cerita Lagu 'Ojo Mudik', Diciptakan Didi Kempot Sebelum Meninggal
Maestro campursari itu lahir dari keluarga seniman di Surakarta, pada 31 Desember 1966. Tak heran kalau Didi terjun ke dunia seni, orang-orang terdekatnya juga berkecimpung di dunia yang sama. Tak cuma Sobat Ambyar, penikmat musik di Indonesia hari ini berduka atas kepergian penyanyi campursari legendaris itu.
Ayahnya Ranto Edi Gudel pemain ketoprak di Jawa Tengah. Ibunya Umiyati Siti Nurjanah, penyanyi tradisional di Ngawi. Kakaknya Mamiek Prakoso, pelawak yang tenar lewat grup Srimulat.
"Saya berseni mungkin karena hidup ke kehidupan seniman tradisional," kata Didi Kempot pada Maret 2020, saat mengumumkan rencana konser "Ambyar Tak Jogeti" yang harusnya digelar tahun 2020 ini.
Sebelum dielu-elukan sebagai The Godfather of Broken Heart, lagu-lagunya yang sebagian besar bertema kehilangan dan patah hati, Didi Kempot merintis karier dari musisi jalanan. Bahkan, nama Kempot yang menghiasi namanya juga terkait dengan asal-usul perjalanan musiknya. Kempot adalah akronim dari "Kelompok Penyanyi Trotoar".
Penyanyi yang biasa tampil dengan rambut gondrong dan blankon ini mulai jad musisi jalanan sejak 1984 di kota Surakarta, sebelum akhirnya mengadu nasib di ibu kota. Lagu "Cidro" dari album pertamanya dulu kurang terkenal di Indonesia, tapi justru menjadi pintu yang menghubungkan Didi dengan penggemar di mancanegara, khususnya Suriname dan Belanda.
Lagu tersebut dibawa oleh seorang turis Suriname di Indonesia yang berdomisili di Belanda. Setelah diputar di radio Amsterdam, lagu tersebut meledak dan digemari di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin