SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kota Surakarta pada Idul Fitri 1441 Hijriah ini hanya melayani open house secara daring. Mengingat masih berlakunya peraturan jaga jarak akibat belum usainya masa pandemi COVID-19 di dalam negeri.
Pelaksanaan "open house" tersebut terbuka untuk umum. Antusiasme masyarakat mengikuti "open house" daring tersebut sangat tinggi.
"Banyak cara untuk bisa tetap menyambung tali silaturahim di saat Lebaran. Tetap jaga jarak, jaga kesehatan, dan cuci tangan," kata Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo di Solo, Minggu (24/5/2020).
"Ratusan orang bergantian mengikuti 'open house' daring dan kami menerima sebanyak 1.500 kiriman ucapan Lebaran via whatsapp," lanjutnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 khususnya di Kota Solo.
Pada kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00-12.00 WIB di Rumah Dinas Wakil Wali Kota tersebut bukan hanya Wakil Wali Kota Surakarta yang melayani "open house" tetapi juga Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dan beberapa pejabat lain.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta Gareng S Haryanto mengatakan baru kali ini mengikuti "open house" daring.
"'Open house' kan memang dilakukan di rumah dinas pak Purnomo setiap tahunnya. Biasanya ya secara langsung, setelah Salat Idul Fitri saya langsung ke sana, tetapi suasana tahun ini kan beda," katanya.
Ia mengatakan mendukung langkah pemerintah tersebut karena bertujuan untuk menghindari kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19. (Antara)
Baca Juga: Cerita Maulana, Sopir yang Dipecat saat Corona Jalan Kaki Jakarta - Solo
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Geger! Janjikan Haji Bersubsidi Rp100 Juta, Warga Solo Ditangkap Usai Korban Gagal Berangkat
-
Ekonomi Jateng Tumbuh 5,8 Persen, Kemiskinan Masih 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Akui Masih Banyak PR
-
Baru 100 Meter Tinggalkan SPBU, Mobil Xenia di Semarang Terbakar
-
Pendakian Terakhir Fahri di Gunung Slamet, Jatuh ke Kawah Saat Tertinggal dari Tiga Temannya
-
BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah Terdampak Gempa NTT