SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kabupaten Banyumas sedang merencanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dalam waktu dekat.
Namun, persoalan tersebut disambut kekhawatiran sejumlah orang tua siswa yang ada di kabupaten tersebut.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan untuk saat ini pihaknya tengah menyiapkan simulasi KBM tatap muka bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dia beralasan, saat ini angka Reproduksi Efektif (Rt) di Kabupaten Banyumas yang dinilai telah memenuhi syarat.
"Angka positif rate nya 2,44. Yang reproduksi rate/efektif nya itu yang 0,75 di tingkat garis atas, garis bawah 0,44," kata Husein saat ditemui, Senin (31/8/2020).
Dalam beberapa waktu terakhir dirinya menjanjikan akan membuka kembali KBM tatap muka jika angka Rt sudah di bawah 1.
Dengan kata lain untuk kondisi saat ini sudah memenuhi syarat jika diberlakukan kembali sekolah tatap muka.
Namun keputusan juga tetap mempertimbangkan pendapat orangtua murid. Di sini, ia meminta orangtua murid turut berperan aktif. Karena ada yang sudah ingin anaknya sekolah tatap muka, namun ada juga yang ketakutan.
"Syaratnya harus ada ijin orangtua murid. Sama jatah satu kelasnya, maksimal orang sepuluh. Terus ada tempat untuk cuci tangan di tiap kelasnya," jelasnya.
Baca Juga: DPRD Banyumas Nekat Buka, Padahal Tes Swab Anggota Dewan Belum Keluar
Per hari ini juga, pihaknya sudah mulai membuka pendaftaran bagi sekolah yang ingin mengajukan tatap muka. Pengajuan tersebut dilakukan langsung ke Tim Gugus Tugas Covid-19, bukan ke Dinas Pendidikan.
"Besok mungkin saya bersama tim sudah mulai akan melihat simulasinya. Saya minta ada sepuluh murid SD dan SMP yang sudah siap. Dia harus mempraktrikkan berangkat dari rumah bagaimana, berjalan bagaimana, sampai di sekolah bagaimana dari awal sampai akhir, nanti dibikin videonya," ujarnya.
Kemungkinan paling cepat menurut Husein tergantung kesiapan pihak sekolah. Jika pada simulasi besok, Selasa (1/9/2020) dirasa sudah memenuhi syarat dirinya membolehkan lusa sekolah mengadakan kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Sebetulnya, besok saja kalau ada yang kita cek siap, besoknya sudah bisa buka. Semua harus ada ijin bupati. Lalu nanti saya limpahkan ke Kepada Dinas Pendidikan. Jika nanti ada orangtua yang tidak mengijinkan ya di rumah saja, resikonya, ga apa-apa. Belajarnya lewat daring," terangnya.
Sementara itu, orangtua murid SD N 2 Sumampir, Heri Susanto (39) yang baru mendengar rencana bupati tersebut merasa was-was jika akan diadakan sekolah tatap muka dalam waktu dekat.
"Terus terang saya was-was jika harus sekolah tatap muka. Karena saat ini banyak bermunculan OTG. Takutnya nanti anak-anak jadi terpapar. Tapi ya setuju saja sih," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli