SuaraJawaTengah.id - Bicara soal kuliner di Kota Semarang, tidak akan ada habisnya. Kali ini ada Pasar Jaten, dengan tiga makanan andalannya, yaitu getok, wedang kawa dan sego pecel yang berhasil memanjakan lidah pengunjung.
Tak jarang kurang dari dua jam beberapa makanan yang ada di Pasar Jaten ludes. Bahkan, untuk menikmati makanan yang ada di Pasar Jaten beberapa pengunjung harus booking dulu.
Pasar Jateng buka pukul 17.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB. Biasanya pengunjung sudah antri setengah jam lebih awal agar kebagian tempat duduk di Pasar Jaten. Namun, tak perlu khawatir tak kebagian tempat karena Pasar Jaten buka setiap hari.
Pasar tersebut berada di Kampung Jawi, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Untuk pergi ke Pasar Jaten cukup mudah karena sudah terdeteksi di google maps.
Jika dari arah Kota, pengunjung tak perlu kaget karena google maps akan mengarahkan ke sebuah tempat yang cukup sepi. Hal itu wajar karena Pasar Jaten memang berada di sebuah desa yang cukup dalam.
Namun tenang saja, setelah tiba di Pasar Jaten pengunjung dijamin akan kaget karena ramainya pengunjung.
Selain mempunyai makanan khas, Pasar Jaten juga mempunyai kesan tersendiri bagi para pengunjung. Budaya Jawa yang melekat di Pasar Jaten membuat pengunjung benar-benar ketagihan.
Jangan lupa juga, di Pasar Jaten uang rupiah tidak akan laku. Pengunjung harus menukarkan uang rupiah ke uang kepeng. Satu kepengnya sebanding dengan uang Rp2 ribu rupiah.
Penggagas Pasar Jaten, Siswanto mengatakan, pengunjung yang datang ke Pasar Jaten tak pernah sepi. Banyak warga yang datang dari luar kota rela ke Pasar Jaten karena penasaran.
Baca Juga: Resep Lawar Ayam Khas Bali, Tetap Nikmat Tanpa Bahan Tambahan Ini
"Banyak yang antri, dalam satu malam bisa sampai satu ribu lebih pengunjung yang datang," jelasnya di lokasi, Selasa (8/9/2020).
Saking banyaknya pengunjung, untuk menikmati hidangan di Pasar Jaten harus bergantian. Hal itu terpaksa dilakukan karena sedang pandemi Covid-19. Selain itu, beberapa gentong sudah disediakan cuci tangan para pengunjung.
"Memang pada gantian, pada sadar sendiri-sendiri. Dulu kalau datang ke sini pada lama-lama. Sekarang paling lama sekitar dua jam," ucapnya.
Menurutnya, 99 persen pengunjung Pasar Jaten merupakan orang dari luar kota. Paling jauh pengunjung yang datang ke Pasar Jaten dari Magelang dan Kalimantan. Banyak pengunjung datang ke Pasar Jaten setelah lihat di media sosial.
"Karena ada pandemi kita terpaksa membatasi pengunjung. Pernah suatu ketika ada pengunjung dari luar kota datang. Namun kita sudah tutup karena sudah penuh, apalagi saat itu sedang ada acara. Katanya anak-anaknya yang dari magrlang itu sampai nangis penasaran dengan kampung jawi,"imbuhnya.
Penjual pecel Pasar Jaten, Solehah mengaku senang dengan adanya Pasar Jaten. Dagangannya jadi laris. Bahkan, Rata-rata kalau jual di Pasar Jaten bulannya selalu habis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School