SuaraJawaTengah.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau BP Jamsostek mencoret 1,7 juta rekening calon penerima subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU). Jumlah tersebut merupakan dari total 14,7 juta rekening yang telah diajukan perusahaan.
Direktur Utama BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan langkah ini dilakukan seusai proses validasi tahap kedua yang menunjukkan calon penerima tidak memenuhi kriteria penerima bantuan subidi upah/gaji.
Adapun proses validasi tahap pertama dengan perbankan yang dilakukan untuk mengecek kesesuaian rekening telah menjaring 14,5 juta rekening calon penerima.
BP Jamsostek masih melakukan proses validasi terhadap 133.000 rekening dan 73.000 rekening yang dikembalikan ke perusahaan untuk konfirmasi. Konfirmasi ini untuk memutuskan apakah pemilik rekening itu memenuhi syarat menerima subsidi gaji.
“Setelah lolos validasi dengan bank, kami validasi tahap kedua berdasarkan kriteria kepesertaan. Dari 14,5 juta rekening ada 12,8 juta yang valid dan 1,7 juta tidak valid karena tidak sesuai kriteria. Ini tidak bisa dilanjutkan dan di-drop,” kata Agus dilansir dari Solopos.com, Jumat (18/9/2020),
Pimpinan BP Jamsostek itu memastikan 1,7 juta rekening adalah miliki pekerja yang tak memenuhi kriteria penerima bantuan subsidi gaji senilai Rp600.000 per bulan selama empat bulan.
Sebagaimana diatur dalam Permenaker Nomor 14/2020, kriteria utama penerima bantuan subsidi gaji ini haruslah WNI dan aktif sebagai peserta BP Jamsostek sampai Juni 2020.
Selain itu, penerima subsidi gaji memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan sebagaimana laporan pemberi upah, dan memiliki rekening bank yang aktif.
Agus menambahkan 12,8 juta rekening yang telah valid sebagian besar telah diberikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk proses check list sebelum menerima transfer.
Baca Juga: BPJamsostek Serahkan Data Calon Penerima BSU Gelombang Dua ke Kemnaker
BP Jamsostek tercatat telah menyerahkan 11,8 juta data calon penerima dalam empat tahap.
Perinciannya, 2,5 juta rekening di tahap pertama, 3 juta rekening di tahap kedua, 3,5 juta rekening di tahap ketiga, dan 2,8 juta rekening pada tahap keempat.
“Kami sudah serahkan ke Kemenaker dalam empat tahap. Total ada 11,8 juta rekening yang sudah kami serahkan,” kata Agus.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp37,7 triliun untuk subsidi gaji yang ditargetkan bisa menjangkau 15,7 juta pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta per bulan.
Subsidi gaji diberikan dengan nilai Rp600.000 setiap bulan selama empat bulan dan ditransfer setiap dua bulan sekali dengan nilai Rp1,2 juta. Pemberian subsidi gaji merujuk data BP Jamsostek.
Berita Terkait
-
Cek Rekening Kamu, Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Cair Rp 3,6 Triliun
-
Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Cair Rp 3,6 Triliun, Kamu Sudah Terima?
-
Yuk Cek Rekening! Bantuan Subsidi Upah Tahap Ketiga Dicairkan Hari Ini
-
Bantuan Subsidi Pekerja Belum Cair Juga, Ini Penyebabnya
-
Jawa Tengah Menjadi Daerah ke-3 Terbanyak Penerima Bantuan Subsidi Upah
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight