SuaraJawaTengah.id - Konser dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi berimbas ke sektor pariwisata. Pemkot Kota Tegal akhirnya menutup sementara tempat wisata.
Dilansir dari Ayosemarang.com jaringan media Suara.com, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengungkapkan, pihaknya membenarkan kembali menutup sejumlah tempat pariwisata di Kota Tegal.
Menurutnya, keputusan itu berdasarkan hasil kesepakatan saat rapat internal bersama Forkopimda Kota Tegal, Jumat (25/9/2020).
"Kemarin kita rapat bersama Forkompinda, kita sepakat mulai 1 Oktober 2020 nanti seluruh tempat publik yang bisa jadi kerumunan baru sementara kita tutup lagi," katanya saat meninjau tes swab di Puskesmas Bandung, Sabtu (26/9/2020).
Ia mengatakan, tempat wisata di Kota Tegal akan ditutup kembali selama satu bulan. Sebelumnya, Jumadi juga sudah menyetop kembali izin hajatan yang berpotensi menghadirkan massa.
"Satu bulan kita tutup dulu. Nanti kita evaluasi. Karena bagaimana pun ekonomi dan kesehatan di Kota Tegal harus seimbang," ucapnya.
Ditutupnya tempat wisata di Kota Tegal merupakan imbas dari acara dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi dan viral di media sosial lantaran masyarakat berdesak-desakan mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Berita Terkait
-
Sepakat dengan Mahfud MD, Ganjar Setuju Inisiator Dangdutan Tegal Dipenjara
-
Mahfud MD Minta Polri Pidanakan Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Konser Dangdut
-
Banyak Buruh Dipecat, Zainudddin Long March Semarang-Jakarta Temui DPR RI
-
Gelar Hajatan dan Konser Dangdut, Wakil Ketua DPRD Tegal Terancam Dipenjara
-
Dihantam Covid-19, Pengusaha Jateng Minta Pemerintah Tak Naikan UMK 2021
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran