SuaraJawaTengah.id - Api abadi Mrapen yang terletak di Desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan padam. Api abadi yang biasa digunakan untuk sumber api obor sejumlah event olahraga baik nasional maupun internasional itu dikabarkan padam sejak tanggal 25 September lalu.
Dilansir dari Ayosemarang.com jaringan media Suara.com, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah untuk sementara menyimpulkan, terhentinya pasokan gas metana (CH4) menjadi penyebab padamnya sumber api abadi situs Mrapen, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Selama ini, gas metana dari perut bumi tersebut merupakan bahan bakar semburan 'api biru' yang ada Mrapen tersebut. Namun sejak 25 September 2020 lalu, pasokan gas metana tersebut benar- benar telah terhenti (habis), hingga sumber api alami tersebut tidak lagi abadi.
"Mengapa pasokan gas metana tersebut bisa habis, itu yang sedang kita telusuri di Mrapen, bersama dengan tim ahli geologi," ungkap Kepala Seksi Energi Cabang Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto, yang dikonfirmasi, Minggu (4/10/2020).
Dia mengatakan, saat ini, yang menjadi fokus penelitian tim ahli adalah menelusuri penyebab terhentinya pasokan gas metana tersebut. Apakah karena retakannya tertutup karena deformasi, apakah memang pasokan gas sudah habis atau karena terjadi migrasi gas ke tempat lain dampak pembuatan sumur dalam di sekitarnya.
Oleh karena itu, masih membutuhkan waktu untuk melakukan berbagai kajian di Mrapen sebelum memastikan penyebab pasti padamnya sumber api abadi tersebut.
Sehingga Dinas ESDM menggandeng para ahli geologi untuk mengobservasi penyebab padamnya Api Abadi Mrapen.
Hal tersebut merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan situs Api Abadi, yang selama ini juga dikenal sebagai salah satu sumber api biru tersebut. Terutama setelah sumber api tersebut benar-benar padam dan tak lagi menyemburkan api biru.
Sinung juga menyampaikan, guna memastikan sumber tersebut telah padam akibat tak ada lagi pasokan gas metana, tim sudah beberapa kali mencoba menyalakan api di titik yang selama ini menjadi pusat semburan api di situs Mrapen tersebut.
Baca Juga: BMKG: Sebagian Wilayah Jateng Selatan Memasuki Awal Musim Hujan
Namun upaya tersebut tetap nihil. Bau gas dan tanda-tanda adanya kandungan gas di titik awal pusat semburan api sudah tidak ada.
"Kami coba menggunakan api juga sudah tidak bisa. Maka kami masih melakukan kajian dan penyelamatan yaikni observasi, mitigasi serta solusi," jelasnya.
Perihal adanya eksplorasi (pembuatan sumur dalam) di sekitar situs Mrapen juga diamini oleh Pengelola Api Abadi Mrapen, David Diyanto. Menurutnya, sumber Api Abadi Mrapen, sebelumnya memang menyemburkan api biru setinggi hampir 25 centimeter hingga selama ini dikenal sebagai situs api abadi.
Namun secara bertahap kekuatan semburan api biru tersebut semakin melemah dan puncaknya adalah pada 25 September 2020 lalu, saat semburan api biru sudah tidak tampak lagi, kendati suara gemuruh dan bau gas metana masih terasa meski lemah.
Semburan api Mrapen, tambahnya, terpantau mulai tak stabil setelah ada pengeboran sumur yang lokasinya berjarak sekitar 150 meter pada 12 September lalu.
Saat itu pengeboran sedalam 30 meter untuk mencari sumber air justru menyemburkan air bercampur gas yang akhirnya harus dihentikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha