SuaraJawaTengah.id - Temuan struktur bangunan menyerupai candi di Dusun Windusabrang, Desa Wonolelo, Magelang diduga bagian dari pusat permukiman masyarakat masa purbakala.
Hal itu diungkapkan Nugraha Wibisono, salah seorang penggiat pelestarian benda purbakala. Menurut dia, dugaan itu didasari catatan perjalanan Bujangga Manik, pertapa Hindu-Sunda yang berkelana ke beberapa tempat suci di Jawa sekitar abad XV.
Dalam buku yang ditulis J. Noorduyn, “Perjalanan Bujangga Manik Menyusuri Tanah Jawa: Data Topografis dari Sumber Sunda Kuno” ditemukan sedikitnya 450 nama tempat.
Nama-nama tempat yang ada dalam buku yang diterjemahkan Iskandar Wassid itu sebagian besar bersesuaian dengan topografi Pulau Jawa. Dia kemudian membuat peta topografi Pulau Jawa berdasarkan naskah tersebut.
Dalam catatanya, Bujangga Manik antara lain menyebut wilayah Mamrati sebagai ibu kota kerajaan Medang. Pusat kerajaan Medang sempat beberapa kali berpindah tempat, sebelum dipindahkan ke timur Jawa akibat terjadinya prahara di Medang I Bumi Mamrati.
Bujangga Manik menjelaskan, Mamrati berada di sebelah barat Merapi dan sebalah timur wilayah Watukura (sekarang Purworejo).
“Jadi perkiraan lokasinya ada di sekitaran lereng barat Merapi, sampai Wates, Kulonprogo dan timur Purworejo. Kawasan lereng Merapi dan Merbabu diduga pernah menjadi pusat kerajaan Medang,” kata Nugraha Wibisono yang akrab dipanggil Wibi, Sabtu (10/10/2020).
Menurut Wibi yang juga aktif di Komunitas Aksara Kawi (Taksaka), temuan struktur bangunan menyerupai candi yang baru ditemukan itu menarik untuk diteliti lebih lanjut. Di wilayah ini diperkirakan tersimpan banyak sisa-sisa peradaban masa kerajaan Medang.
“Struktur yang perlu digarisbawahi itu antara Merapi dan Merbabu. Di kompleks ini, Sutasoma yang (mencatatkan) menjadi simbol Bhineka Tunggal Ika kan diitemukan di sekitar Merapi-Merbabu.”
Baca Juga: Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Solo Berlangsung Adem, Ini Kuncinya
Wibi punya keyakinan kuat bahwa kedepan akan banyak ditemukan situs-situs bersejarah di wilayah Merapi-Merbabu. Sebab Merapi sebagai gunung api aktif menjadi tempat favorit untuk dihuni manusia.
Gunung api menyediakan air yang berlimpah dan tanah yang subur. Posisi gunung yang tinggi juga menjadi tempat favorit mendirikan struktur pemujaan.
“Tapi saya tidak berani berspekulasi struktur yang ditemukan di Wonolelo itu candi atau petirtaan. Biar nanti BPCB yang menyimpulkan setelah melakukan penelitian,” kata Wibi.
Namun jika dilihat dari posisi ditemukannya candi baru tersebut, lokasinya memenuhi syarat menjadi tempat pendirian candi. Lokasi ideal candi biasanya dekat sumber mata air, tepian sungai, dan berada di lereng gunung yang bermata air.
Struktur bangunan yang diduga candi di Desa Wonolole, berada di bawah seumber mata air Tuk Songo dan tak jauh dari pertemuan (tempuran) Sungai Jueh dan Sekutu.
“Lokasi terbaik dari yang terbaik adalah dekat dengan pertemuan 2 sungai,” ujar Wibi.
Berita Terkait
-
Empat Massa Aksi "Tolak Omnibus Law" di Semarang Ditetapkan Jadi Tersangka
-
Daop 4 Semarang, Catat 49 Kecelakaan Terjadi di Perlintasan Sebidang
-
Gara-gara Pandemi Covid-19, 57 Persen Warga Alami Depresi
-
Wow! Mie Ayam Bang Poell, Makan Mie Sekaligus Mangkoknya
-
Pengakuan Perajin Jamu di Cilacap, Dimintai Rp700 Juta oleh Oknum Polisi
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Sokong DPW ATI, Pemprov Jateng Berkomitmen Dongkrak Kualitas Pembinaan Tinju
-
Jateng Siap Jadi Pelopor, Kurikulum Perkoperasian Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027
-
Curhat Driver Ojol ke Ahmad Luthfi: Kerja Pagi hingga Malam Sembari Asuh Anak
-
Bimtek Jateng Media Summit: Pemda Didorong Pakai Data dan AI untuk Strategi Komunikasi Digital
-
Bimtek Jateng Media Summit 2026: Pemerintah Harus Fokus pada Big Data dan Informasi Berdampak