SuaraJawaTengah.id - Akhmad Khoirudin atau yang akrab dipanggil Adin Hysteria merupakan pemuda yang bergerak di bidang seni di Kota Semarang. Perjuangannya dengan tiga sahabatnya sejak tahun 2005 kini membuahkan hasil.
Ketika pandemi Covid-19 sedang ganas-ganasnya, pada Febuari 2020 lalu ia memenangkan kompetisi global Grannd Prize Youfab Award di Shibuya, Tokyo, Jepang. Kompetisi tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam event tahunan yang dihelat di beberapa daerah.
"Youfab Award merupakan penghargaan tertinggi dari Fabcafe di Hong Kong, Hindia, Tokyo, Kyoto, Bangkok, Taipe, Barcelona, Toulouse, Strasbourg dan Monsteeey," jelas pemuda kelahiran Rambang itu kepada Suara.com, Rabu (28/10/2020).
Ia berhasil memenangkan kompetisi Youfab Award karena berhasil memadukan antara teknologi dan masyarakat. Adin berhasil mengalahkan peserta-peserta lain yang sejatinya lebih modern karena banyak yang menciptakan start up, big data dan teknologi lain.
"Kelebihan saya adalah kita sudah melakukan hubungan antara teknologi dan masyarakat. Kalau peserta lain lebih banyak berfokus pada teknologi saja," katanya.
Menurutnya, alasan utama yang membuatnya dapat memenangkan kompetisi tersebut karena saat itu Youfab sedang mencari terobosan alternatif selain capaian-capaian teknologi.
"Saat itu Youfab sedang mencari terobosan-terobosan baru. Kebetulan juri suka dengan karya kita," imbuhnya.
Sejak kecil, ia memang menyukai dunia seni. Kerapkali Adin belajar seni-seni tradisional seperti wayangan, ketoprak, tarian tradisional yang setiap tahun ada di kampungnya. Saat itulah, ia mulai tertarik pada dunia seni.
"Dari kecil sudah tertarik. Selain melihat secara langsung, dulu sejak Sabtu dan Minggu di televisi seringnya ada wayangan. Jadi saya sering nonton," ujarnya.
Baca Juga: Gereja Ditolak, Kemenag Sukoharjo akan Temukan Pihak Gereja dengan PKUB
Hal itu juga didukung dengan adanya kelompok ketoprak di kampungnya yang membuatnya semakin dekat dengan dunia seni. Sejak itu, selain melihat secara langsung ia juga mempelajari seni melalui buku-buku dan novel.
"Saat itu saya bisa akses buku dan novel di perpustakaan. Itu juga sangat berpengaruh," katanya.
Menurutnya, apa yang ia dapatkan saat ini melalui proses yang panjang. Sejak tahun 2007 kelompoknya (Hysteria) memulai dengan juaalan nasi kucing. Tempat tersebut sekaligus menjadi bascamp komunitasnya.
"Sejak tahun 2008 hingga akhirnya kita bisa sewa tempat untuk membuat basecamp," paparnya.
Sebagian besar, basecamp Hystoria dibuat untuk laboratorium seni. Di tempat tersebut sering dilakukan untuk diskusi sastra, pameran, workshop, pemutaran film dan juga festival.
Meski pandemi Covid-19 sempat menjadi ancaman yang menakutkan, secara perlahan komunitasnya itu mulai tumbuh lagi. Adin, sudah menghabiskan sebagian besar tabungannya untuk menghidupi komunitas tersebut agar tetap berguna untuk publik.
Berita Terkait
-
Hits: Suami Kasih Uang Belanja Rp 20 Ribu, Syok Beli Lele Goreng di Jepang
-
Dianggap Suka Sesama Jenis, Tahun 2019 Brigadir TT Pernah Ajukan Gugatan
-
Dilinggis dan Dibakar, Ini Fakta Fakta Kekejaman Eko Bunuh Kerabat Jokowi
-
Sumpah Pemuda, Kisah Erick Bungawan Sulap Desa Krandegan Jadi Desa Digital
-
14 Takmir Masjid Teken Penolakan Pembangunan Gereja di Sukoharjo
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan